Bank Indonesia: Neraca Perdagangan kembali Surplus

Ilustrasi: Gedung Bank Indonesia

MONITOR, Jakarta – Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia Agustus 2020 kembali mencatat surplus yakni 2,33 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya mencatat surplus 3,24 miliar dolar AS.

“Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Agustus 2020 mencatat surplus 11,05 miliar dolar AS, meningkat signifikan dari capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit 2,06 miliar dolar AS,” kata Onny dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, BI memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan,” ujarnya.

Ia memaparkan, surplus neraca perdagangan Agustus 2020 dipengaruhi oleh kembali surplusnya neraca perdagangan nonmigas dan meningkatnya defisit neraca perdagangan migas.

Neraca perdagangan nonmigas Agustus 2020 mencatat surplus 2,67 miliar dolar AS, sedikit menurun dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumya sebesar 3,52 miliar dolar AS. Perkembangan ini dipengaruhi tetap terjaganya ekspor nonmigas, terutama pada komoditas besi dan baja, logam mulia serta lemak dan minyak hewan/nabati.

Sementara itu, impor nonmigas khususnya pada kelompok barang konsumsi dan bahan baku, meningkat, sejalan mulai membaiknya aktivitas ekonomi pascarelaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Adapun neraca perdagangan migas masih mengalami defisit, yakni sebesar 0,34 miliar dolar AS, dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas, terutama komoditas hasil minyak.