212 Peserta Ikuti Sekolah Cakada PDIP Gelombang III

Mayoritas peserta Sekolah Partai itu bukan kader PDIP

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di acara Sekolah Partai yang digelar virtual, Jakarta, Jumat (21/8/2020). (Dok. DPP PDIP)

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, akan memberikan pengarahan kepada para calon kepala daerah (cakada) untuk Pilkada Serentak 2020 dalam program Sekolah Partai Gelombang Ill secara telekonferensi, Jakarta, Minggu (13/9/2020).

“Ibu Megawati akan memberikan pengarahan. Pembukaan sesuai dengan Protokoler Partai direncanakan mulai pukul 14.00 WIB. Total peserta calon kepala daerah gelombang ke tiga ini berjumlah 212 peserta dengan rincian 28 kader dan 184 non-kader,” ungkap Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Berbeda dengan gelombang l dan ll, menurut Hasto, kali ini peserta memang didominasi oleh non-kader.

“Sekolah partai kepada non-kader bentuk keseriusan PDI Perjuangan menghadapi Pilkada 2020 dengan membekali para pasangan calon yang diusung dengan sejumlah materi terkait tata kelola pemerintahan yang baik dan pemateri yang berprestasi saat memimpin daerah,” ujarnya.

Mengenai mengapa nonkader ikut Sekolah Partai tersebut, Hasto menjelaskan bahwa politik PDIP itu politik kerja sama atau politik gotong royong.

“PDI Perjuangan memerlukan kerja sama dengan semua pihak bagaimana membumikan Pancasila sebagai ideologi, regulasi hukum, kebijakan, program dan tuntunan perilaku berbangsa dan bernegara,” katanya.

Meski yang ikut sebagian besar nonkader, lanjut Hasto, bahkan ada anggota partai lain, namun karena didukung oleh PDIP maka setidaknya ada gelombang dan frekuensi sama terkait Pancasila, UUD NRI, NKRI dan Kebhinnekaan Indonesia.

“Bukankah berpolitik itu menebar kebaikan. Dengan demikian, sekiranya keberhasilan kepala daerah yang berasal dari kader PDI Perjuangan menjadi contoh bagi pihak lain, itu kan bagus. Artinya PDI Perjuangan menyiapkan model dan best practices yang bisa diterapkan oleh pihak lain,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari panitia Sekolah Partai, sejumlah petahana yang ikut pada gelombang ketiga tersebut yakni gubernur dua orang, bupati 22 orang, wakil bupati 20 orang, wali kota dua orang dan wakil wali kota empat orang.

Peserta Sekolah Partai sebagaimana gelombang l dan ll juga diikuti dari berbagai tingkatan pendidikan. Terdapat calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang berasal dari S3, S2, S1, D3 hingga SMA. 

“Selengkapnya terkait teknis penyelenggaraan, nanti Kepala Sekolah Pak Komarudin Watubun akan melaporkan saat pembukaan,” ujar Hasto menambahkan.