Kacang Tanah di Buleleng Jadi Komoditas Menjanjikan

Kacang Tanah Buleleng

MONITOR, Jakarta – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melakukan Gerakan Panen Kacang Tanah, di Kelompok Tani Lembu Bang, Desa Tukad Sumaga, Kecamatan Grokgak, Buleleng, Jumat (4/9/2020).

Dihadiri oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. I Wayan Sunarta, MP mengatakan, dimasa krisis akibat pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi salah satu tumpuan yang berhasil tumbuh stabil di Provinsi Bali.

Kendati mengalami refocusing anggaran untuk dialihkan penanganan Covid-19 namun geliat pertanian masih bisa bergerak, sehingga kontribusi tersebut mampu membuat laju pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata tetap berputar.

Meninjau langsung gerakan panen, Wayan Sunarta mengapresiasi hasil kualitas kacang yang dihasilkan. Menurutnya panen kali ini sebagai motivasi sekaligus merangsang para petani untuk mau bergerak dalam memanfatkan lahan agar optimal.

“Dengan panen rata-rata hasil panen 1.75 Ton biji kering dengan harga rata-rata di petani Rp. 20 ribu, mereka sudah mendapat pendapatan Rp. 35 juta. Sebenarnya di Buleleng dialokasikan 320 Ha lahan untuk dikembangkan. Namun ralisasinya seluas 73 Ha akibat pandemi,” ungkapnya.

Gerakan panen kacang tanah merupakan bagian kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi dari Direktorat Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2020, Kabupaten Buleleng salah satu penerima kegiatan Peningkatan Produksi Kacang Tanah seluas 73 ha yang tersebar di dua kecamatan yaitu Kecamatan Gerokgak seluas 60 ha dan Kecamatan Buleleng seluas 13 ha. Kegiatan tersebut merupakan pendorong dalam peningkatan produksi kacang tanah dan sebagai upaya dalam penerapan kaidah Good Agriculture Practices (GAP).

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Sekretaris Ir. Made Lely Nuryantini usai kegiatan kepada RRI menjelaskan lahan pertanian di Buleleng sangat potensial untuk digembangkan tanaman jenis kacang tanah. Terlebih di Kecamatan Gerokgak dengan lahan yang luas untuk dikembangkan jenis kacang-kacangan.

“Untuk memenuhi realisasi yang ditargetkan akan kita coba kembangkan lagi di Kecamatan Gerokgak dan kecamatan lainnya di Buleleng sehingga dari terpenuhi 320 Ha. Untuk sementara hasil panen petani langsung diserap oleh pasar dengan harga yang stabil. Dan harapan kedepan ini bisa dikembangkan lebih optimal sehingga mampu mensejahterakan petani kita,” ungkapnya.

Gerakan Panen Kacang Tanah oleh kelompok tani Lembu Bang disambut baik dan mendapat apresiasi oleh kelompok tani dan sejumlah masyarakat. Salah satunya diungkapkan Kepala Desa Tukad Sumaga Made Gelgel usai mendampingi panen kacang tanah. Menurut Gelge, hal tersebut dapat mendorong pemajuan ekonomi bagi petani dimasa pandemi.

“Panen kacang hari ini oleh petani kita sangat baik. Lahan cukup produktif, ini akan terus kita kembangkan kedepan karena memiliki nilai ekonomi yang bagus bagi petani di Desa Tukad Sumaga,” pungkasnya.

Ditempat yang berbeda, Direktur Kacang dan Umbi Amirudin Kementerian Pertanian Pohan Amiruddin mengatakan kacang tanah merupakan komoditas tanaman pangan yang sangat gampang dibudidayakan. Kurun waktu tiga bulan, kacang tanah bisa langsung panen dan juga bisa sebagai tanaman sela yang dapat tumbuh optimal pada saat musim kering.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menuturkan bahwa budidaya kacang tanah diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan lama kelamaan bisa jadi komoditas unggulan yang nanti nya bisa menopang pertanian di negeri kita ini.

Seiring dengan arahan menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pertanian adalah sesuatu hal yang tidak pernah mati. Di saat banyak usaha yang tidak jalan dalam masa pandemic ini, pertanian lah justru menjadi garda terdepan kita. Diharapkan paara petani untuk tetap semangat dalam menjalankan ikhtiar nya.