PERTANIAN

Pengembangan Kawasan Korporasi Pertanian Semakin Meluas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) telah menjalankan Program Propaktani (Program Pengembangan Korporasi Tanaman Pangan) sejak tahun 2019. Di tahun 2020 ini Kementan terus mengembangkan program ini, kini ada sebanyak 14 kabupaten yang sudah mengelola korporasi tanaman pangan, Kabupaten Blitar salah satu contoh Kabupaten yang berhasil menerapkan program ini.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menyebutkan bahwa pola korporasi sudah diujicoba sejak tahun lalu di beberapa lokasi seperti di Tuban, Lampung, Kalsel, Sulut dan lainnya. Terbukti kinerjanya bagus, sehingga tahun ini akan direplikasi di 130 Kabupaten.

“Kebijakan yang dicetus Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam membangun pertanian berbasis korporasi terus dikawal dan dikembangkan dan tahun depan diperluas di seluruh wilayah,” ujar Suwandi di Jakarta pada Senin(7/09/20).

Suwandi menambahkan korporasi pertanian tidak hanya meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani namun juga untuk meningkatkan komoditas berbasis ekspor. Program Propaktani meliputi kegiatan terintegrasi on farm dan hilir sampai industri turunan hingga pemasaran.

“Kawasan dan klaster program ProPaktani memanfaatkan lokasi yang telah ada, ditata dan dioptimalkan, sumber pendanaan dari swadaya, KUR dan pembiayaan lainnya,” kata Suwandi.

Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi menambahkan baru-baru ini Kementan melakukan pengukuhan pengembangan kawasan korporasi padi sehat terintegrasi dengan ternak sapi di Blitar yang menerapkan teknologi pertanian presisi. Kabupaten Blitar menjadi salah satu contoh daerah yang menerapkan wadah kelembagaan koperasi yang berbasis korporasi.

“Hal ini berarti pengelolaan manajemen dikelola secara terstruktur, saling bekerjasama menguatkan kelembagaannya dengan prinsip dari petani, dan keuntungan milik petani,” tutur Takdir.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Pangan Blitar, Wawan Widianto mengatakan dengan dukungan Kementan, Kabupaten Blitar mengukuhkan koperasi “Lumpang Mas Penataran” yang mengembangkan kawasan korporasi pertanian. Bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, optimis bisa menjadi koperasi lumbung pangan masyarakat Blitar yang punya ciri khas “Padi organik dan Padi sehat Metode Hayati Indonesia (MHI)”.

“Koperasi lumbung pangan ini diusung dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia menuju pertanian berkelanjutan, presisi dan terintegrasi ternak sapi,” ujar Wawan.

Wawan mengatakan konsep padi MHI mampu  meningkatkan produktivitas, efisiensi saprodi dan ramah lingkungan memanfaatkan bahan baku yang melimpah di sekitar Blitar.

Salah satu produksi beras organik unggulan Blitar (beras merah dan beras hitam Jeliteng) yang sudah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik dan dipasarkan dengan nama “Britanic”.Ke depan Blitar bisa ekspor beras organik ke negeri tetangga.

“Kabupaten Blitar sudah menerapkan pertanian terpadu menuju zero waste (bebas sampah). Limbah pertanian dimanfaatkan untuk xilase pakan sapi, limbah sapi untuk bahan pupuk kandang tanpa fermentasi, bahan pupuk daun nabati, pestisida nabati dan herbisida nabati,” tutupnya.

Recent Posts

Pecah Telur! RI Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Saudi untuk Jemaah Haji

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memfasilitasi ekspor perdana beras Nusantara sebanyak…

31 menit yang lalu

Takbiran dan Nyepi Berbarengan, Menag Siapkan Aturan Khusus

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif terkait…

4 jam yang lalu

Menteri UMKM Tekankan Pentingnya Perkuat Pasar Dalam Negeri

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

7 jam yang lalu

Krisis Timur Tengah dan Penutupan Selat Hormuz, Dorongan Kuat Transisi Energi Nasional

MONITOR, Jakarta - Serangan militer ilegal Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan pemimpin tertinggi…

11 jam yang lalu

Menag Ajak Tokoh Agama ‘Turun Gunung’ Suarakan Penyelamatan Lingkungan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk “turun gunung” dan…

12 jam yang lalu

Wamenkeu: APBN 2026 Tangguh Hadapi Gejolak Global dan Harga Minyak

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa struktur APBN Indonesia dirancang…

14 jam yang lalu