POLITIK

Putra Dimiyati: Influencer Jangan Terjebak Kepentingan Politis!

MONITOR, Jakarta – Merebaknya isu politisasi influencer hingga buzzer ditengah pandemi sempat disorot banyak kalangan.

Bahkan, Istana sampai angkat bicara menanggapi tudingan memelihara buzzer untuk menjaga opini publik.

Menyikapi peran influencer yang ramai dibicarakan, politisi muda dari Partai Demokrat Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengingatkan agar influencer tidak melakukan penggiringan opini publik untuk kepentingan tertentu.

Putra politikus Dimiyati Natakusuma ini berujar, jangan sampai influencer juga terlibat dalam kepentingan politis.

“Jangan sampai hal ini menjadi ajang untuk memperluas atau mendoktrin masyarakat dalam kepentingan yang bersifat politis,” ujar Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Demokrat ini.

Recent Posts

Konflik Timur Tengah Memanas, Komnas Haji: Keputusan Arab Saudi Jadi Penentu Keberangkatan Haji 2026

MONITOR, Ciputat – Menjelang pemberangkatan kelompok terbang (kloter) perdana ibadah haji 2026 M/1447 H yang…

1 jam yang lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Uskup Asia Juli 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Antonius…

1 jam yang lalu

Tegaskan Kepengurusan Sah di Bawah Gugum Ridho Putra, DPP PBB: Tolak Penunjukan Pj Ketum

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB), Gugum Ridho…

2 jam yang lalu

Ketua Banggar DPR: Subsidi Salah Sasaran Capai 80 Persen, Bebani APBN

MONITOR, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyoroti masih tingginya ketidaktepatan…

3 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Dua Juta Paket Bantuan Jelang Idulfitri 1447 H

MONITOR, Jakart - Kementerian Agama terus mendorong optimalisasi penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat…

4 jam yang lalu

KKP Tetapkan Baseline Emisi Lamun demi Target Penurunan Emisi Nasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan penyusunan baseline emisi gas rumah kaca…

8 jam yang lalu