Politikus Golkar Minta Kelompok Menengah Atas jadi Prioritas

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun (dok: Senayan Post)

MONITOR, Jakarta – Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masih fokus menyasar masyarakat miskin dan sangat miskin. Mereka mendapatkan insentif melalui berbagai program, seperti bansos tunai sebesar Rp 600 ribu per bulan, BLT Desa sebesar Rp 600 ribu per bulan, subsidi listrik dan gratis listrik untuk daya 450 va, bantuan sembako.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan kartu prakerja untuk para pekerja yang terkena PHK, serta banpres produktif untuk usaha mikro dan usaha kecil yang sebesar Rp 2,4 juta.

Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun mengingatkan, kelompok masyarakat yang harus diperhatikan pemerintah bukan hanya kalangan miskin saja. Politikus Golkar ini menganggap kelompok masyarakat ekonomi menengah ke atas juga harus diperhatikan.

“Padahal konsumsi rumah tangga yang selama ini mendorong roda perekonomian justru ditopang oleh kelompok masyarakat menengah ke atas,” ujar Misbakhun dalam keterangannya, Jumat (4/9).

Ia menjelaskan, kelompok menengah ke atas justru baru menetas dan berusaha tumbuh tetapi terpaksa menghadapi ujian pandemi. Untuk itu, Misbakhun meminta agar pemerintah juga memprioritaskan nasib kehidupan masyarakat menengah ke atas.

“Kelompok ini harus diselamatkan dan menjadi prioritas kebijakan pemerintah karena mereka masih memiliki beban cicilan, tabungan maupun investasi yang mulai menipis, dan tanggungan keluarga,” tukas Misbaskhun.