PEMERINTAHAN

Ditjen PSP Kementan-PLN Sinergi Tingkatkan Produktivitas Usaha Tani

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan komitmennya untuk terus berupaya meningkatkan produktivitas, produksi dan ekspor serta peningkatan populasi ternak untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh negeri.

“Pertanian ke depan harus berbiaya rendah dan menggunakan modernisasi pertanian, sehingga efektif dan efesien dalam seluruh proses usaha tani. Dalam ekspansi pertanian Kementan juga fokus dalam mengoptimasi pemanfaatan lahan dan penyediaan air,” kata Mentan SYL.

Lembaganya, Mentan SYL melanjutkan, juga berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan irigasi dengan menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan dan rendah biaya. “Ada tingkat efesiensi sekitar 50-60 persen bila kita menggunakan sumber listrik untuk petani, daripada menggunakan sumber energi lain (seperti bensin),” papar Mentan SYL.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian menerjemahkan komitmen Mentan SYL itu yang salah satu upayanya adalah menjalin sinergi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan pertanian Indonesia. Direktur Jenderal PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy menjelaskan konsep pertanian ke depan yang menurutnya akan fokus pada produksi dan produktivitas, rendah biaya, ekspansi pertanian serta mekanisasi dan research.

Ia menjelaskan lebih rinci mengenai produksi dan produktivitas yang salah satu fokusnya adalah mencanangkan gerakan nasional peningkatan produktivitas produksi dan ekspor. Selain itu juga fokus pada peningkatan polulasi ternak, pengembangan SDM Pertanian, family farming dan pertanian masuk sekolah. 

“Yang dimaksud pertanian rendah biaya salah satunya melalui penyediaan fasilitas pembiayaan (KUR bunga rendah),” kata Sarwo Edhy pada acara Webinar melalui aplikasi Zoom dengan tema “Listrik dan Produktivitas Usaha Tani” dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, Jumat (4/9/2020).

Selain itu ada pula program pengembangan kawasan berbasis koorporasi juga bantuan atau subsidi pertanian tepat sasaran. Untuk mekanisasi dan research Sarwo Edhy menjelaskan jika hal itu bermakna pengembangan dan penerapan mekanisasi pertanian pra dan pasca-panen serta akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi. 

Sedangkan yang dimaksud ekspansi pertanian adalah optimasi pemanfaatan lahan, penyediaan air seperti irigasi, embung dan bangunan air. Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Gunawan menambahkan, sinergi program Direktorat Jenderal PSP Kementerian Pertanian dengan PLN dapat bersama-sama memfasilitasi infrastruktur pertanian seperti untuk pemanfaatan air tanah guna peningkatan IP padi sawah. 

“Air merupakan kebutuhan utama dalam sektor pertanian dalam usahanya. Kegiatan pemgembangan sumber air yang dilakukan dalam bentuk irigasi perpompaan dan perpipaan dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia tentunya memerlukan dukungan kelistrikan untuk usaha tani dalam rangka peningkatan produksi pertanian,” jelas Gunawan. 

Sedangkan untuk optimasi pengembangan lahan rawa Gunawan menyebut fokusnya pada tata kelola air seperti rehabilitasi irigasi, pembangunan pintu-pintu air, pengadaan pompa air, pembuatan pipa, pengolahan lahan dan bantuan alsintan (alat mesin pertanian).

Sinergi dengan PLN menurut Gunawan akan mempermudah kinerja perusahaan penyedia listrik negara itu dalam menjangkau petani. PLN, katanya, dapat lebih mudah memberikan dukungan kepada petani agar dapat mengakses jaringan listrik untuk kegiatan budi daya pertanian dalam rangka meningkatkan efisiensi biaya produksi. “Berdasarkan fakta di lapangan penggunaan listrik untuk irigasi pertanian (irigasi perpompaan) dapat menghemat 60-65 persen biaya operasional jika dibandingkan dengan penggunaan pompa berbahan bakar minyak,” paparnya.

Selain itu, ia melanjutkan, penggunaan sistem kelistrikan juga berkontribusi terhadap sumber daya berkelanjutan. “Jika dilihat dari sisi kelestarian dan keberlanjutan sumber daya, penggunaan listrik untuk

operasional pompa dapat mengurangi emisi gas karbon, sehingga lebih aman untuk lingkungan (ramah lingkungan),” paparnya.

Ditjen PSP Kementerian Pertanian sendiri siap mendukung program pemerintah dalam

memperluas dukungan listrik dalam peningkatan produktivitas usaha tani dalam bentuk

layanan “Electrifying Agriculture” dan berharap program ini dapat bermanfaat dan memberikan nilai tambah kepada petani.

Director of Commerce and Customer Management PLN, Bob Saril mendukung penuh upaya Kementerian Pertanian yang berupaya meningkatkan produktivitas agar memberi nilai tambah bagi petani Indonesia. Sejauh ini, katanya menjelaskan, PLN telah memiliki program di berbagai daerah yang difokuskan untuk sektor pertanian. “Kami mendukung penuh upaya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian yang mendorong produktivitas pertanian dan mendorong nilai tambah bagi petani. PLN dengan sistem kelistrikannya akan selalu hadir untuk meningkatkan produktivitas usaha tani,” tuturnya.

Recent Posts

Cara IKM Go Global, Kemenperin Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual

MONITOR, Jakarta - Di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif dan berbasis inovasi, pelindungan Kekayaan…

33 menit yang lalu

Terima Golden Leader, Wamenhaj Ajak Pers Pulihkan Nalar Ilmiah

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menerima penghargaan kategori…

1 jam yang lalu

Kuliah Umum di Unsyiah, Prof. Rokhmin: Tanpa SDM Unggul, Indonesia Emas 2045 Hanya Akan jadi Ilusi

MONITOR, Banda Aceh - Anggota DPR RI sekaligus Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Rokhmin…

3 jam yang lalu

Kemenag Luncurkan MOOC PINTAR 2026, Cek Jadwalnya Disini!

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama meluncurkan kalender pelatihan MOOC PINTAR 2026 untuk memperluas jangkauan akses…

4 jam yang lalu

Jadi Pilar Utama Demokrasi, Gus Khozin Sebut Peran Pers Tak Tergantikan AI

MONITOR, Jakarta - Peringatan hari pers nasional (HPN) pada 9 Februari 2026 semakin mengukuhkan institusi…

8 jam yang lalu

Solusi Migas Offshore, DPR Usul Rig Bekas Jadi Terumbu Karang Buatan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendorong inovasi pengelolaan lingkungan…

18 jam yang lalu