DKI Bakal Larang Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri, PSI: Awas, Jangan Hanya Wancana!

Ilustrasi Covid-19

MONITOR, Jakarta – Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan menghapus isolasi mandiri terhadap pasien Covid-19, mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Idris Ahmad.

Menurutnya rencana penghapusan isolasi harus benar-benar direalisasika jangan hanya sekedar wancana.

“Ingat, rencana ini jangan samapai sekedar wacana yang tidak terealisaai seperti Anies pernah janji mau menarik rem darurat kalau kasus corona Ibu Kota melonjak,”ujarnya kepada wartawan.

Dikatakan Idris, Anies harus komitmen dengan semua pernyataanya, sehingga jangan sampai masyarakat yang menjadi korbannya karena serba tidak jelas pelaksanaan penanganan Covid-19 di lapangan.

Namun demikian, kata Idriskebijakan ini sudah terlambat diambil karena kawasan padat penduduk sudah terlanjur menjadi klaster penyebaran baru. Tapi kata Idris pihaknya mendukung rencana ini sebab fakta di lapangan sudah banyak puskesmas yang kesulitan merujuk hingga warga yang tinggal di wilayah padat penduduk minim fasilitas terpaksa isolasi mandiri, ini memperbesar potensi penularan di klaster perumahan.

“Pemukiman sudah menjadi klaster penyebaran tertinggi, positivity rate Jakarta sudah menyentuh 10 persen, keterisian ICU menyentuh 70persen, tapi langkah dasar seperti mengisolasi kasus di fasilitas terpisah masih berupa wacana,”terangnya.

Idris kemudian meminta Anies memaparkan
aturan-aturan untuk kebijakan ini serta memberi sosialisasi kepada warga mengingat banyaknya kasus dimana warga menolak di isolasi oleh pemerintah yang berujung pada penjemputan, seperti di Probolinggo, Jawa Timur.

“Mekanisme penjemputan ke fasilitas isolasi juga belum dijelaskan dan perlu dipertimbangkan matang-matang. Ini sangat sensitif,”pungkasnya.