KEAGAMAAN

Pakai Metode ABCD, Dosen PTKI Diharapkan Giat Advokasi Masyarakat

MONITOR, Jakarta – Setiap dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sudah seharusnya bersedia menjalankan kegiatan pengabdian masyarakat. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag mengatakan, aktivitas pengabdian dosen tidak kalah bergengsi dibandingkan penelitian. Bahkan ke depannya, pengabdian kepada masyarakat bisa menjadi syarat pengajuan kenaikan jabatan baik lektor kepala ataupun guru besar.

Pesan ini disampaikan Arskal pada kegiatan webinar online Tadarus Litapdimas ke-18 dengan tema ‘Pengabdian Masyarakat Madzhab ABCD (Asset Based Community Development) Best Practice’ yang dimoderatori oleh Kasi Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr. Abd Basir, M.Pd.I, pada Selasa, 1 September 2020.

Sesuai tema tadarus yang diangkat, Arskal mengatakan metode Asset Based Communities Development, atau dikenal metode ABCD, dalam pengembangan masyarakat sudah seharusnya diketahui oleh para dosen, khususnya di lingkungan PTKI. Ia berharap dalam tadarus ini, para peserta mampu mengetahui bagaimana metode ini dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu menunjang kebutuhan pengabdian dosen dalam hal pengembangan masyarakat.

Metode ABCD merupakan model pendekatan dalam pengembangan masyarakat, dimana pendekatan ini menekankan pada inventarisasi asset yang terdapat dalam masyarakat dan mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat. Metode ini juga dipakai ketiga narasumber, yaitu Dr. H. Asep Kurniawan, M.Ag dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang melakukan pengabdian dengan pendekatan ABCD bagi Masyarakat Desa nelayan untuk Mengurangi Polusi. Kedua, Dr. Suryani, M.Si dari IAIN Lhokseumawe, Aceh, yang meneliti tentang Integrasi Zakat, Keuangan Mikro Syariah, dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Pemberantasan Kemiskinan: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Dr. Sumadi, M.Ag dari IAI Darussalam, Ciamis Jawa Barat, melakukan kegiatan Pemberdayaan Keluarga (Literasi dan Ekonomi) Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)  Di Kabupaten Ciamis Dengan Pendekatan “ABCD”.

Dalam webinar ini, Dr. Asep Kurniawan mengatakan dalam pengabdiannya, menemukan adanya komunitas budidaya kerang hijau di Desa Karangrejo. Sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai nelayan dan pembudidaya kerang hijau. Keterampilan inilah yang dimiliki oleh kebanyakan masyarakat setempat. Sementara itu, Dr. Suryani menitikberatkan penelitiannya pada pendistribusian zakat oleh lembaga zakat seperti BAZNAS. Melalui metode ABCD ini, ia menemukan fakta bahwa distribusi zakat di tingkat Kabupaten masih belum optimal dan belum merata ke seluruh kecamatan.

“Untuk itulah diperlukan sebuah optimalisasi sosial sehingga berbagai kendala terkait pendistribusian zakat bisa tepat sasaran dan benar-benar menyentuh sisi social empowerment. Selain melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui zakat, salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan mendorong industri keuangan mikro untuk fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat,” terang Suryani.

Pendekatan berbasis aset juga dinilai bisa memasukkan cara pandang baru yang lebih holistik dan kreatif dalam melihat realitas, dan menekankan suatu masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dapat diberdayakan, yaitu aset fisik, ekonomi, lingkungan, manusia, sosial. Sebagaimana yang dilakukan Dr. Sumadi dalam kegiatan pengabdiannya, dia melakukan pendataan asset dan kekuatan di Kabupaten Ciamis sebagai modal kontra KDRT bidang budaya, agama, fisik, ekonomi, lingkungan, Sumberdaya manusia, dan sosial, lalu berkoordinasi dengan tokoh-tokoh berpengaruh seperti DKM, NGO, Pesantren, MUI, P2TPA, Polisi, Komunitas ustadz, Organisasi Perempuan dan Pemuda, serta Satbimas Polres Ciamis.

Tak hanya itu, Sumadi juga melaksanakan tiga program unggulan yaitu penguatan Literasi Kesejajaran dan Kesetaraan Gender, lalu Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, dan program Happy Family Gathering.

“ABCD ini betul-betul berbasis aset yang kita miliki bersama masyarakat, dan di sini ada kepercayaan diri dari masyarakat untuk menampilkan asset-asset yang mereka miliki,” kata Sumadi.

Selanjutnya, Prof. Dr. Lily Surraya Eka Putri, M.Env.Stud dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai pembahas memberikan apresiasi, ia pun berharap Litapdimas bisa mengedepankan upaya kolaborasi dengan bidang keilmuan lainnya untuk menghasilkan karya-karya penelitian ataupun pengabdian yang outputnya lebih holistik dan komprehensif.

Terakhir, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dr. Suwendi, M.Ag, berpesan agar semua dosen terus semangat menorehkan tiga karya terbaiknya, yakni karya tulis, karya lembaga, dan karya dampingan.

“Sebelum kita meninggalkan alam dunia yang fana ini, maka sebaiknya tinggalkanlah karya dampingan, artinya kita terus mendampingi masyarakat, kita mengadvokasi, dan mengayomi masyarakat. Masyarakat manapun, masyarakat marginal, masyarakat terpapar dan masyarakat yang lain-lain. Dan para narasumber sudah membuktikannya sebagaimana ditampilkan dalam tadarus litapdimas ini,” pungkas Suwendi.

Recent Posts

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama seluruh anak usahanya menggelar penanaman pohon…

13 menit yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator Usaha untuk Cetak 10 Juta Wirausaha Baru

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat peran lembaga inkubator…

4 jam yang lalu

PT Jasamarga Kualanamu Tol Tanam 475 Pohon Bintaro di Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi

MONITOR, Deli Serdang – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Jasamarga Kualanamu…

4 jam yang lalu

Menaker Yassierli: Pekerja dan Perusahaan Harus Jadi Mitra Strategis

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja dan perusahaan harus menjadi mitra…

4 jam yang lalu

DPW FKDT Jateng Usulkan Guru Madrasah Diniyah Terima Insentif Rp1 Juta per Bulan dari APBN

MONITOR, Semarang – Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Jawa Tengah menyampaikan…

8 jam yang lalu

Kabel Menjuntai Sebabkan Siswi SMA Tewas, Mardani DPR Sebut Utilitas Kota Harus Pastikan Keselamatan Publik

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyampaikan keprihatinan atas insiden…

21 jam yang lalu