Bank Indonesia Dukung UMKM Siap Masuk Ekosistem Digital

Webinar (High Impact Seminar) dan Peluncuran Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), pada Minggu (30/8) di Jakarta.

MONITOR, Jakarta – Bank Indonesia (BI) dan enam Kementerian/Lembaga memastikan dukungan dan sinergi agar UMKM Indonesia siap memasuki ekosistem digital.

Komitmen dukungan ini dicetuskan pada Webinar (High Impact Seminar) dan Peluncuran Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), pada Minggu (30/8) di Jakarta.

Webinar tersebut mengusung tema “Mewujudkan UMKM sebagai Kekuatan Baru Perekonomian Nasional: Sinergi Program Transformasi UMKM Memasuki Ekosistem Digital”, menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Keynote Speaker, serta pembicara yaitu Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio.

Hadir sebagai penanggap dalam diskusi adalah Ketua DK OJK, Wimboh Santoso, Direksi Perbankan, dan Asosiasi Sistem Pembayaran. Webinar tersebut merupakan bagian dari penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI) Virtual Seri 1 (28-30 Agustus 2020).

Dalam penutupan webinar, Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan 5 (lima) langkah strategis sebagai kesimpulan diskusi untuk mendorong UMKM sebagai kekuatan baru dalam perekonomian nasional.

  • Pertama, Sinergi antara K/L diperlukan untuk mengangkat UMKM sebagai salah satu sumber pemulihan perekonomian di era digital.
  • Kedua, transformasi UMKM memasuki era digital harus dipersiapkan dengan program antar K/L yang terstruktur dan sistematis.
  • Ketiga, Program Pengembangan UMKM secara end-to-end, sejak hulu hingga hilir, termasuk perluasan pemasangan QRIS (QR Code Indonesian Standard) sebagai kanal pembayaran digital bagi UMKM, interkoneksi di antara platform e-commerce hingga mendorong paten atas produk-produk UMKM.
  • Keempat, Penguatan kreativitas untuk memberikan nilai tambah dan kampanye penggunaan produk UMKM,
  • Kelima, Kebijakan Afirmatif untuk mendorong sisi permintaan atas produk-produk UMKM Indonesia, antara lain dalam serapan/penggunaan anggaran K/L dan dukungan program Gernas BBI.

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam kesempatan acara turut menyampaikan tantangan pandemi COVID-19 dapat menjadi pemicu (trigger) bagi UMKM untuk melakukan transformasi agar menjadi lebih kuat dan kompetitif.

“Kunci UMKM bertransformasi adalah kompak dan bekerjasama, memupuk semangat inovasi, dan menjaga optimisme,” ujar Luhut.

Melalui Gernas BBI, Luhut berpesan agar seluruh pemangku kepentingan senantiasa memperteguh semangat gotong royong dan solidaritas. Luhut menyampaikan bahwa sebanyak 1,6 juta unit UMKM dan IKM telah masuk ke ekosistem digital sejak 14 Mei lalu, atau telah mencapai 83-85% dari target 2 juta sebagaimana arahan Presiden RI.

BI dalam perannya sebagai pengelola gerakan (movement manager) Gernas BBI (pada 1-15 September 2020) dengan tema Pasar Seni/Kreatif Indonesia, akan melaksanakan sejumlah program Gernas BBI, yaitu dengan (i) Pemasangan dan penggunaan QRIS pada Pasar Seni/Sentra UMKM kerajinan di 46 Kantor Perwakilan BI, (ii) Menyelenggarakan webinar dan onboarding UMKM binaan BI dan KL di tiga wilayah yaitu Jawa, Sumatera dan KTI, (iii) Kampanye produk UMKM di Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) Virtual 2020, (iv) Parade Kain Nusantara menggunakan Produk UMKM, dan (v) Kampanye dukungan Program Stimulus kepada UMKM.

BI mengajak masyarakat untuk mengunjungi pameran KKI 2020 secara virtual melalui website KKI yaitu  www.karyakreatifindonesia.co.id lewat fitur platform yang telah dibuka pada 28 Agustus hingga hari ini, 30 Agustus 2020.

“Ke depan, BI akan selalu berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM agar dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional, serta bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga,” pungkas Perry.