PERTANIAN

Sukabumi Targetkan Ekspor Pisang Bajo dalam Waktu Dekat

MONITOR, Sukabumi – Sebagai salah satu sentra utama penghasil pisang di Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi terus berupaya wujudkan pisang yang memiliki daya saing melalui peningkatan produktivitas, proses produksi ramah lingkungan dan hasil panen yang berkualitas. Berbagai upaya dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan daya saing baik melalui dana APBN/APBD seperti fasilitasi kegiatan ekstensifikasi, intensifikasi, bimbingan teknis, pemberdayaan kelembagaan, dan menjalin kemitraan antara kelompok tani dengan pelaku usaha.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengarahkan pentingnya untuk meningkatkan daya saing produk buah nasional termasuk mampu mengisi pasar internasional. Daya saing adalah kunci utama untuk meraih pasar ekspor sehingga perlu dilakukan kegiatan penambahan luas tanam melalui pengembangan kawasan (eksentifikasi), tata kelola pertanaman yang sudah ada (intensifikasi), penerapan teknologi budidaya maju ramah lingkungan (GAP/SOP). Di samping itu, juga fasilitasi sarana pasca panen dan jenis atau varietas pisang yang dikembangkan yang berbasis pada kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Pisang Barangan Jumbo (Bajo) selain digemari dalam negeri juga punya prospek pasar ekspor cukup baik khususnya ke Malaysia sehinga perlu dikembangkan. Melihat potensi tersebut Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi tahun ini mencoba melaksanakan pengembangan barangan jumbo dalam tahap demplot dengan luasan 2 hektare di Desa Warung Kiara, Kecamatan Warung Kiara.

Pengembangan varietas tersebut bekerja sama dengan PT. Caraka Prima Sakti dalam memfasilitasi benih kultur jaringan. Sementara sarana produksi seperti pupuk dan lainnya difasilitasi APBN 2020.

Pada 2020 Kabupaten Sukabumi mendapat alokasi kegiatan APBN pengembangan kawasan pisang seluas 30 hektare, 28 hektare pisang Raja Bulu dan 2 hektare Barangan Jumbo (Bajo).

Pada acara Rembug Tani, Rabu (26/8), dilakukan penandatangan kerja sama antara Kelompok Tani penerima bantuan dengan PT. Caraka Prima Sakti. Acara juga diisi dengan serah terima benih pisang yang diikuti acara penyerahan kartu tani kepada para petani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi yang dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi serta jajarannya, perwakilan Direktorat Jenderal Hortikultura, Camat Warung Kiara, para Kepala Desa dan Kelompok Tani sekecamatan Warung Kiara.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Sukabumi Iyos Somantri memberikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dan PT. Caraka Prima Sakti sehingga MoU ini dapat terlaksana. Iyos juga menyampaikan bahwa pada 2021 akan memperbaiki saluran jaringan irigasi di Kecamatan Warung Kiara. Perbaikan saluran jaringan irigasi ini nantinya untuk megoptimalkan kebutuhan air pada saat kemarau.

Secara terpisah Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Kita harapkan ini akan terus berlanjut sehingga akan meningkatkan produksi pisang berskala ekspor. Sukabumi selama ini dikenal dengan pisang ambon, tanduk, raja dan lainnya, nantinya juga akan dikenal sebagai penghasil pisang bajo,” ujar pria yang akrab dipanggil Anton ini.

Anton menjelaskan di masa pandemi ini peluang ekspor produk hortikultura tetap terbuka lebar, terutama pisang karena diyakini dapat meningkatkan imun tubuh.

“Permintaan ekspor pisang saat ini sangat tinggi namun ketersediaannya belum mencukupi, terlebih permintaan di dalam negeri terutama sebagai bahan diversifikasi pangan,” lanjut Anton.

Diharapkan dengan adanya pengembangan kawasan pisang ini, kata Anton, dapat menjawab semua permintaan akan ketersediaan produksi pisang.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sudrajat menyatakan jajarannya akan terus mengawal dan mendampingi program pengembangan kawasan pisang Barangan Jumbo dan mengharapkan kerjasama kelompok tani dengan pengusaha akan terus berlanjut dan berkesinambungan tidak hanya saat ada program pemerintah saja.

“Kesepakatan harga pisang yang diperoleh antara kelompok tani dan PT Caraka Prima Sakti yaitu Rp 4.500 per kg. Berat 1 sisir pisang barangan Bajo antara 2 – 3 kg. Harga yang disepakati tersebut tentunya sangat menggembirakan petani,” ujar Sudrajat.

Pimpinan PT. Caraka Prima Sakti Hasanudin menyakatan siap mendukung program ini dan terutama dari segi pemasaran.

“Prospek pemasaran pisang Barangan Jumbo cukup baik terutama untuk ekspor ke Malaysia. Ke depan kami akan terus menjalin kemitraan dengan kelompok tani sampai mencapai luasan 100 hektare,” jelas Hasanudin.

Dikonfirmasi via telpon Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman menuturkan kebijakan Pemerintah untuk menjadikan pertanian maju, mandiri dan modern yang dituangkan dalam Gerakan Dorong Produksi Daya Saing dan Ramah Lingkungan atau Gedor Horti, salah satunya adalah mewujudkan pengembangan kawasan pisang yang berorientasi ekspor.

“Pisang merupakan komoditas hortikultura yang kaya akan varietas, salah satunya pisang Barangan Jumbo. Pengembangan kawasan pisang kita harapkan juga dapat mendukung program GraTiEks yaitu peningkatan ekspor tiga kali lipat sekaligus program diversifikasi pangan,” tambah Liferdi.

Saat ini, kata Liferdi, pisang merupakan komoditas ekspor nomor 3 terbesar setelah manggis dan nanas. Dirinya menyebutkan bahwa Ditjen Hortikultuta akan terus mendorong pengembangan kawasan hortikultura terutama buah-buahan yang berskala ekspor.

Recent Posts

Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat komitmennya untuk menghadirkan jalan tol yang lancar,…

3 jam yang lalu

Kemnaker: 46.160 Peserta Mulai Ikuti MagangHub Angkatan II Batch 1

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi…

3 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan OJK Sepakat Akselerasi Pembiayaan dan Perluasan Pasar UMKM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK)…

4 jam yang lalu

DPR Dorong Maksimalkan Penggunaan Teknologi untuk Padamkan Kebakaran di Kawasan Bromo

MONITOR, Jakarta - Anggota Komis IV DPR RI, Daniel Johan menyesalkan terjadinya kebakaran hebat di…

7 jam yang lalu

Sidak Kemenhaj Jakarta Timur, Wamenhaj Dahnil Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Penyimpangan Haji

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan inspeksi mendadak…

12 jam yang lalu

Puan Minta Kebakaran Bromo Segera Ditangani Total, Ingatkan Pentingnya Keselamatan Warga dari Karhutla

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah segera menyelesaikan persoalan kebakaran hutan…

19 jam yang lalu