Lima Langkah Strategis Bank Sentral hadapi Perkembangan di Era Digital

Pembukaan Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-14 dan Call for Papers. Kamis (27/8) secara virtual. (bi.go.id)

MONITOR, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan bank sentral harus mampu beradaptasi dalam menghadapi tantangan perkembangan di era digital. Untuk itu, berdasarkan refleksi Bank Indonesia, terdapat lima langkah strategis yang dapat dilakukan bank sentral.

“Pertama, memperkuat kerangka bauran kebijakan yang tidak hanya fokus pada stabilitas harga namun juga terhadap stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran. Kedua, memperkuat sinergi bauran kebijakan nasional untuk mendukung reformasi struktural, baik dari sisi kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan kebijakan lainnya,” katanya saat pembukaan Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-14 dan Call for Papers pada hari ini, Kamis (27/8) yang dilakukan secara vitual.

“Ketiga, akselerasi pendalaman pasar keuangan, melalui penguatan infrastruktur pasar keuangan domestik yang saling terkoneksi. Keempat, penguatan digitalisasi sistem pembayaran sebagai tulang punggung dari kebijakan moneter, serta kelima, transformasi Bank Sentral tidak hanya terkait kebijakan, namun juga transformasi di bidang organisasi dan sumber daya manusia,” tambahnya.

Menurut Perry Konferensi internasional BMEB dan call for papers yang dilaksanakan pada 27-28 Agustus 2020 dengan tema “Maintaining Stability, Promoting Sustainable Growth Amidst Global Challenges”, relevan dengan kondisi di mana pengambil kebijakan menghadapi berbagai tantangan perekonomian global khususnya di tengah pandemic Covid-19. Ia berharap konferensi internasional BMEB bukan hanya menjadi wadah refleksi atas kebijakan ekonomi dan teori ekonomi atas kondisi saat ini, namun juga refleksi bagi Bank Indonesia untuk beradaptasi di era digital.

“Penyelenggaraan konferensi internasional dan call for papers ini, selaras dengan aspirasi Bank Indonesia untuk memberi sumbangsih yang nyata pada perekonomian, melalui peningkatan kualitas riset akademis dan kebijakan, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang riset ekonomi,” ujarnya.

sebagai informasi, kegiatan Konferensi internasional BMEB dan call for papers mempertemukan para peneliti di bidang ekonomi, moneter dan keuangan baik dari dalam maupun luar negeri akan mempresentasikan 54 karya tulis ilmiah terbaik dari 236 karya tulis yang ikut serta dalam kegiatan tahunan ini. Karya tulis terbaik tersebut berasal dari 10 negara yaitu Indonesia, Belgia, Italia, Bosnia dan Herzegovina, Malaysia, Pakistan, India, China, Australia dan Fiji.

Penyelenggaraan konferensi internasional BMEB dan call for papers tahun ini merupakan hasil kerjasama Bank Indonesia dengan berbagai pihak terkait, yaitu Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Indonesia Bureau of Economic Research (IBER), The Asia-Pacific Applied Economics Association (APAEA), dan 5 (lima) Perguruan Tinggi di Indonesia (Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, dan Universitas Padjadjaran).

“BMEB sebagai jurnal ilmiah merupakan katalis yang menghubungkan berbagai pemikiran untuk memajukan ilmu pengetahuan dan memberdayakan perumusan kebijakan di era global. Bank Indonesia akan terus mendorong BMEB agar semakin berkontribusi nyata pada pembangunan ekonomi nasional, dengan menjadikannya sebagai jurnal internasional dan referensi ilmiah terkemuka di bidang teori dan kebijakan ekonomi, moneter dan keuangan untuk negara berkembang,” terang Perry.

Untuk menghubungkan berbagai pemikiran dalam memajukan ilmu pengetahuan dan memberdayakan perumusan kebijakan di era global, lanjut Perry Bank Indonesia sejak tahun 2015 secara sistematis mendorong penguatan ekosistem riset akademis dan kebijakan di bidang ekonomi di tanah air. Salah satunya upaya dilakukan adalah melalui peningkatan kualitas publikasi riset dan infrastruktur pendukungnya, termasuk peningkatan kualitas penyelenggaraan konferensi internasional.

Sejak Juli 2019, BMEB menjadi salah satu jurnal ekonomi Indonesia yang telah terindeks scopus, hal tersebut merupakan bukti nyata pencapaian target Bank Indonesia Institute dalam menyediakan publikasi riset yang berkualitas.