AHY Khawatir PJJ Berpotensi Bikin Siswa Terancam Putus Sekolah

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

MONITOR, Jakarta – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online yang diterapkan selama pandemi berlangsung membuat Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), merasa khawatir.

Suami Anisa Pohan ini mencermati kebijakan PJJ ini tidak mudah dilakukan semua siswa terutama di daerah-daerah minim akses internet. Apalagi, berdasarkan data UNDP, ada sekitar 1.2 miliar siswa atau 68 persen siswa di dunia yang terdampak dari penutupan sekolah ini, termasuk Indonesia.

“Ada yang mudah beradaptasi, namun tidak sedikit yang terkendala dan terhambat proses belajar mengajarnya,” ujar AHY menyoroti pendidikan di masa pandemi, Selasa (25/8).

Ia pun memahami semua elemen saat ini memprioritaskan sektor kesehatan dan keselamatan jiwa anak-anak dan para guru. Akan tetapi, metode pembelajaran ini semakin lama akan menghambat proses pencerdasan generasi bangsa, bahkan akan berakibat pada risiko putus sekolah.

“Kita juga harus sadari bahwa terhambatnya proses pencerdasan bangsa ini dapat mengakibatkan pada ‘Educational & Generational Catastrophe’. Artinya, generasi penerus kita bisa terancam putus sekolah karena tidak mampu bertahan dan beradaptasi dengan disrupsi pandemi global ini,” terang putra sulung Presiden Keenam RI ini.

“Untuk itu, mari kita bersama-sama mengawal proses pendidikan dalam masa pandemi ini serta mengupayakan kebijakan yang terbaik dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga keberlangsungan proses pendidikan dan pembentukan SDM generasi bangsa bisa semakin unggul di masa depan,” seru AHY.