Lewat Sekolah Partai, PDIP Gembleng Cakada untuk Jadi Pemimpin Visioner

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam rapat PDIP untuk pengumuman 75 paslon yang akan maju di Pilkada Serentak 2020 yang dilaksanakan secara virtual dari Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2020). (Dok. DPP PDIP)

MONITOR, Jakarta – PDI Perjuangan (PDIP) akan menggelar Sekolah Partai untuk para kadernya dan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah (cakada) non-partai yang akan bertarung di Pilkada Serentak 2020 mendatang.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa PDIP memandang Sekolah Partai sebagai sebuah tradisi kaderisasi dalam menciptakan pemimpin yang Pancasilais dan patriotis. 

“Sekolah Partai Angkatan I akan diadakan pada Jumat (21/8/2020) pukul 14.00 WIB. Nantinya acara ini akan dibuka langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (20/8/2020). 

“Sekolah Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah menjadi tradisi dan jalan ideologi partai agar lahir pemimpin yang visioner dan mengakar pada kehendak rakyat. Sekolah partai ini tidak hanya sebagai sarana hadirnya pemimpin daerah yang ideologis, namun juga memerkuat tradisi intelektual partai,” ujar Hasto melanjutkan.

Dalam Sekolah Partai, Hasto mengatakan, pihaknya memiliki konten materi pendidikan yang menjadikan Pancasila sebagai dasar kebijakan, perilaku, budaya dan sekaligus nilai kepemimpinan yang membawa kemajuan dalam seluruh aspek kehidupan. 

“Peningkatan kualitas kepemimpinan para calon kepala dan calon wakil kepala daerah partai ditempatkan sebagai bentuk tanggung jawab partai terhadap rakyat dan terhadap masa depan bangsa. Kalau yang lain baru sibuk manuver politik dengan alasan menyelamatkan Indonesia, PDI Perjuangan sudah mengambil langkah nyata. Melalui partai, Indonesia yang lebih maju dan berkeadaban terus diperjuangkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP Bidang Kaderisasi dan Ideologi PDIP Djarot Saiful Hidayat, menerangkan bahwa Sekolah Partai Calon Kepala Daerah di masa pandemi Covid-19 dilaksanakan secara daring dan dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama akan akan diadakan selama lima hari yang diikuti oleh 129 calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dengan tetap memperhatikan pembagian waktu Indonesia bagian Timur, Tengah dan Barat. 

Djarot menyebutkan, ada lima materi pokok yang akan disampaikan yakni tentang Ideologi Pancasila dan implementasinya dalam kebijakan pembangunan daerah, penyusunan visi-misi yang merupakan penjabaran ideologi Pancasila dan menjadi bagian dari Visi Nasional, tata kelola pemerintahan yang bersih dari KKN dan berpihak pada kesejahteraan rakyat dalam bingkai NKRI yang berbhineka Tunggal Ika, strategi pemenangan dalam Pilkada dan testimoni best practices kepemimpinan daerah dari kader PDIP. 

“Semua calon wajib mengikuti sekolah Partai. Dari jumlah peserta gelombang pertama sebanyak 129 orang, 45 diantaranya adalah petahana. Seluruh materi akan disampaikan secara daring. Meski pelaksanaan di persingkat akibat pandemi Covid-19, namun penugasan lapangan di perbanyak, termasuk perhatian terhadap kebudayaan dan berbagai program untuk mengatasi pandemi Covid-19 di daerah masing-masing,” ungkapnya.