Irma Chaniago Sebut Kelompok Buruh Selalu Tidak Solid di Pilkada

Politikus Nasdem yang juga Komisaris Pelindo I, Irma Suryani Chaniago

MONITOR, Jakarta – Kelompok buruh menjadi salah satu kekuatan politik yang diincar para calon kepala daerah menjelang perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Selain memiliki basis yang kuat, kelompok ini juga berpotensi memiliki kekuatan sebagai penekan.

Sayangnya, Politisi NasDem Irma Suryani Chaniago melihat sikap buruh di pilkada selalu terlihat tidak solid, karena banyak yang bersikap pragmatis. Menurutnya, masih ada ketidakselarasan antara tokoh buruh dengan basis kelompok buruh, sehingga tidak ada bargaining position yang efektif terhadap pemerintah yang ada.

“Para pemimpin buruh yang memiliki jargon ‘bersatu’, justru tidak menunjukkan sikap bersatu dengan pemimpin buruh yang lain sehingga tidak pernah menang,” kritik Irma Chaniago, dalam diskusi online ‘Menakar Hak Buruh di Pilkada 2020’.

Irma, yang dulu dikenal sebagai aktivis buruh ini menekankan kelompok buruh harus memiliki komitmen yang jelas saat pilkada, sehingga hal tersebut bakal berdampak pada kepentingan buruh kedepannya.

Sementara sejauh ini, kata Irma, kelompok buruh tidak memiliki bargaining yang jelas sehingga seringkali aspirasi mereka diabaikan.

“Bargaining politik dari kelompok buruh harus jelas, supaya menghasilkan dampak yang positif bagi mereka,” tandas Irma, yang juga Komisaris Pelindo I.