Sektor Pertanian Dinilai Miliki Potensi Bisnis Luar Biasa

Kementan gelar acara tani inspiratif kekinian di Gedung PIA Kementan, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Agustus 2020.

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Biro Humas dan Informasi Publik menggelar acara tani inspiratif kekinian di Gedung PIA Kementan, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Agustus 2020. Acara yang juga dihadiri Mahasiswa Polbangtan ini membahas tren bisnis pertanian di era kekinian.

Dalam kesempatan ini, petani muda yang juga sekaligus Founder Side Coffe Roaster, Afan Muharram mendorong keterlibatan anak muda untuk terjun langsung di dunia bisnis pertanian. Dia berharap anak muda mampu mengeluarkan ide kreatifnya, terutama pada situasi pandemi yang serba sulit ini.

“Saya rasa generasi milenial harus jeli melihat peluang yang ada untuk bisa dimanfaatkan kedalam suatu ide penjualan. Misalnya untuk membuat sesuatu yang berbeda pasti ada konsekuensinya. Tapi yang paling penting jangan takut,” terang Afan.

Afan mengatakan, keberanian anak muda sangat dibutuhkan untuk membantu memilihkan ekonomi nasional. Sebagai catatan, Afan sendiri mampu memperkerjakan sejumlah orang untuk mengembangkan bisnis kopinya.

Bukan tanpa hasil, Afan mengamu dalam setiap bulan omzetnya rata-rata mencaapi 100 juta. Hal ini tentunya sudah cukup membuktikan bahwa peluang bisnis di sektor pertanian sangat menggiurkan.

Senada dengan Afan, praktisi agribisnis dan kuliner Indonesia, Herdinda Arum menjelaskan bahwa dalam menjalan usaha bisnis pertanian, yang paling penting adalah anak muda memiliki ide kreatif dan berani mengeluarkan produk yang berbeda dengan yang lainnya.

“Yang pasti valeunya harus jelas dan strategi bisnisnya seperti apa. Jangan berbisnis hanya ikut ikutan saja,” katanya.

Menurut Arum, potensi bisnis pertanian masih terbuka lebar karena adanya akses pasar yang tetap. Apalagi Indonesia memiliki bahan pangan lokal yang bisa diolah menjadi berbagai makanan unim. Untuk itu, Arum berharap generasi milenial mau mempelajari pengolahan bahan lokal untuk dijakian makanan sehari-hari.

“Ada juga tepung Mocaf yang diolah secara baik sebagai pengganti dari tepung terigu. Dan pastinya bisa diolah menjadi bahan pangan yang enak dan menyehatkan,” terangnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Polbangtan Bogor, Aldi Prahasta menambahkan, saat ini banyak mahasiswa pertanian melakukan bisnis pangan lokal yang berasal dari padi, jagung, dan kedelai.

Ketertarikan Mahasiswa pada bisnis pertanian, kata Aldi terus mengalmi peningkatan. Apalagi, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) sudah mengeluarkan program PWMP. Dengan program tersebut, mahasiswa bisa mendapat modal untuk pengembangan bahan pangan lokal.

“Untuk jagung kami mengolahnya menjadi jagung susu keju yang digemari banyak orang. Dan susu kedelai kita juga memiliki banyak varian rasa,” katanya.

Mengenai hal ini, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, menyampaikan bahwa tahun ini merupakan momentum tepat untuk mengembalikan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan sumber daya pangan yang ada.

“Sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan tahun ini, yaitu Bangga Buatan Indonesia, maka kita harus bisa memanfaatkan sumber daya dan peluang yang ada. Bahkan Kementan memiliki tema sendiri, yakni Konsumsi Produk Pertanian Indonesia. Dua hal ini tentu menjadi motivasi tersendiri, terutama bagi kalangan milenial untuk mengembangkan dunia pertanian nasional,” tutupnya.