POLITIK

Gara-gara Dana Bantuan Covid-19, Cak Imin Dimarahi Sang Istri

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mengaku sempat dimarahi sang istri, Rustini Murtadho, karena alokasi dana bantuan penanggulangan Covid-19 sebesar Rp695,2 triliun seperti tidak terasa dampaknya.

“Istri saya, kebetulan ikut juga hari ini, selalu ke mana-mana, (dia bilang) mana (bantuan) triliunannya, kok enggak terasa, begitu (katanya). Seolah-olah saya pemegang kendali triliunan itu, dimarahi sama istri saya,” ungkapnya di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Cak Imin sudah berupaya menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut dibagi sekian triliun untuk kesehatan, sekian triliun untuk perlindungan sosial, sektoral kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah, dukungan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pembiayaan korporasi dan insentif usaha.

Akan tetapi, menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, sang istri tercinta tetap sewot kepadanya.

“Terasa pun tidak,” ujar Cak Imin seraya menirukan ucapan istrinya.

Cak Imin menyebutkan, misalnya di bidang pendidikan. Menurut Cak Imin, ketika ia mengajak istrinya keliling ke beberapa desa, mereka bertemu aktivitas anak sekolah di desa yang katanya sudah libur selama lima bulan.

“Ketika kami keliling desa, kami lihat anak-anak di desa sudah libur lima bulan. Libur, bayangkan, libur tanpa pakai program. Kalau libur pakai program masih lumayanlah. Ini libur tanpa arah,” katanya.

Lebih lain lagi beritanya di Jombang. Katanya, di sana ada sebuah kabar menarik tentang siswa didik yang mencari sinyal internet sampai dapatnya di kuburan. Gara-gara itu, Cak Imin jadi teringat sebuah guyonan tentang adanya sinyal di kuburan.

“Ketika wifi belum ditemukan, itu memang menggunakan kuburan untuk mengambil sinyal langit,” ungkap Cak Imin.

Lain di Jombang, lain lagi rupanya cerita sekolah daring di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di salah satu daerah di sana, menurut Cak Imin, ada siswa yang mencoba mendapatkan sinyal dengan menaiki pohon.

“Ini darurat pendidikan Indonesia seperti ini, saya bilang kepada Telkomsel. Waktu itu Menteri BUMN mau bikin pemancar, apa itu istilahnya, ya, Base Transceiver Station (BTS),” ujarnya.

Recent Posts

Gibran Pantau Strategi Pengendalian Lalu Lintas Arus Mudik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 di JMTC

MONITOR, Bekasi - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja dengan meninjau…

1 jam yang lalu

IKA FISIP UIN Jakarta Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Desak Pengungkapan Pelaku dan Motif

MONITOR, Jakarta - Ikatan Alumni FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengecam keras aksi penyiraman air…

1 jam yang lalu

Kemnaker Koordinasikan Mudik Gratis bagi 12.690 Pekerja dan Pengemudi Ojol

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengoordinasikan program mudik gratis bagi 12.690 pekerja/buruh dan keluarganya…

2 jam yang lalu

KKP Hentikan Sementara Operasional UPI Diduga Penyebab Pencemaran di Rembang

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan sementara operasional kegiatan Unit Pengolahan Ikan…

4 jam yang lalu

DeepTalk; Teror terhadap Aktivis, Alarm Bahaya bagi Demokrasi Indonesia

MONITOR, Jakarta - Gelombang teror terhadap aktivis prodemokrasi kembali mengguncang ruang publik Indonesia. Peristiwa penyerangan…

4 jam yang lalu

Jasamarga Jogja Solo Buka Jalur Fungsional Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo Ruas Prambanan–Purwomartani

MONITOR, Purwomartani - Dalam rangka mendukung kelancaran pelayanan Idulfitri 1447H/2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

5 jam yang lalu