Bela Ibas, Demokrat: Singgung Covid-19 dan Rusaknya Ekonomi kok Diserang

Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief

MONITOR, Jakarta – Pernyataan Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang biasa disapa Ibas, mengenai kondisi perekonomian Indonesia terus meroket saat ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden RI pada 2004-2014, menimbulkan banyak pertentangan.

Ketua Fraksi Demokrat DPR ini disorot banyak kalangan. Apalagi, putra bungsu SBY ini mengaku persentase tingkat kemiskinan dan pengangguran di era SBY terjaga dibandingkan jaman pemerintahan Joko Widodo hari ini.

Nama Ibas pun sempat trending di jagat maya Twitter ihwal pernyataannya tersebut. Ada yang mendukungnya, namun tak sedikit pula yang menyerangnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bappilu DPP Demokrat Andi Arief angkat bicara. Ia menegaskan pernyataan Ibas sangat jelas yaitu menyoroti kondisi Indonesia di masa pandemi. Ibas, dikatakan Andi, menekankan kondisi ekonomi yang melemah karena dampak Covid-19.

“Mas Ibas memaparkan tentang bahaya covid dan rusaknya ekonomi koq diserang. Tidak mungkin ekonomi meroket dalam keadaan sekarang,” ujar Andi Arief membela, Sabtu (8/8).

Andi kembali menegaskan, meski posisi Partai Demokrat berada di luar pemerintahan, namun tetap akan terus kritis menyuarakan berbagai suara rakyat.

“Meski Demokrat berada di luar pemerintahan, tapi tak boleh di luar hati dan perasaan rakyat. Rakyat mau ekonomi bangkit kata Mas Ibas,” pungkasnya.