PERTANIAN

Kemenkeu: Sektor Pertanian Berkontribusi Besar Pada PDB Nasional

MONITOR, Jakarta – Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Menurut dia, sektor pertanian rata-rata berkontribusi 13,3 persen setelah industri pengolahan dan perdagangan.

“Subsektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan jasa pertanian menyumbang sekitar 10 persen PDB,” ujar Febrio di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.

Febrio menilai, kontributor terbesar produk pertanian didominasi oleh kelompok padi, kelapa sawit, ikan, unggas, dan karet. Meski demikian ada juga kontribusi dari subsektor lainya seperti peternakan dan sayur-sayuran.

“Untuk padi menyumbang 2,7 persen, kemudian kelapa sawit 1,6 persen, lalu ada ikan yang menyumbang 1,5 persen, unggas dan karet masing-masing menyumbang 0,9 persen,” katanya.

Febrio menyampaikan, untuk memudahkan kinerja para petani, pemerintah telah menurunkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk produk pertanian tertentu dari 10 persen menjadi 1 persen.

Produk pertanian yang memperoleh fasilitas tersebut diantaranya adalah barang hasil perkebunan, tanaman pangan, tanaman hias dan obat, hasil hutan kayu, serta hasil hutan bukan kayu.

“Penggunaan mekanisme nilai PPN 1 persen dan penunjukan badan usaha industri sebagai pemungut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 89/PMK.010/2020 tentang Nilai Lain Sebagai Dasar Pengenaan Pajak Atas Barang Hasil Pertanian Tertentu,” katanya.

Mengenai hal ini, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian Dedi Junaidi menyambut baik atas diterbitkannya PMK No. 89/2020. Menurunt dia, momen ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani khususnya pekebun.

“Tentu kita bersyukur dengan terbitnya PMK No. 89/2020 ini. Saya rasa momentumnya sangat pas di tengah pandemi covid-19,” katanya.

Oleh karena itu, Dedi berharap dengan adanya insepsi tersebut para petani bisa semakin semangat dalam melakukan kegiatan produksi. Dia mengharapkan langkah ini mampu menimbulkan daya saing dan peningkatan kualitas.

“Dengan kebijakan yg tepat saya kira ini akan menolong perekonomian Indonesia dan tentu ini perlu disosialisasikan bahwa pemerintah sangat peduli atas keinginan masyarkat khususnya para pekebun,” tutupnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kememtan) terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan dan distribusi pangan, khususnya pada kebutuhan 11 komoditas bahan pokok.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah memerintahkan seluruh perangkat kerjanya untuk mempercepat masa tanam dan pemberian insentif bagi petani sebagai strategi penguatan sektor pertanian pada kuartal II tahun 2020. Langkah ini dilakukan untuk menjaga tren positif agar petani nyaman dalam usaha pertanian.

“Sektor pertanian tidak akan berhenti, karena setiap hari kita masih butuh pangan, demand nya terbuka. Dan petani masih terus produksi,” tutupnya.

Recent Posts

Kemenag Salurkan Rp170 Juta untuk Sarpras MAN 1 Langkat Pascabanjir

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama hari ini menyalurkan bantuan pascabanjir…

17 menit yang lalu

JPPI: Program MBG Berhasil Merusak Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - BGN mulai hari ini 8 Januari 2026 menjalankan kembali Program MBG secara…

3 jam yang lalu

Kemenag Pastikan Masjid Negara IKN Siap Digunakan di Ramadan 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama memastikan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah siap digunakan…

4 jam yang lalu

Soal PT TPL, Prof Rokhmin: Kejaksaan dan KPK Dipersilakan Tindak Lanjuti

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, merespons desakan aktivis lingkungan…

4 jam yang lalu

Prabowo Minta Pembangunan KNMP dan Kapal Ikan Dipercepat

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan…

6 jam yang lalu

Diikuti Lebih dari 10 Ribu Santri PDF, Imtihan Wathani 2026 Digelar Januari

MONITOR, Jakarta — Kementerian Agama akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN)…

8 jam yang lalu