Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (dok: Twitter PKB)
MONITOR, Jakarta – Mundurnya dua ormas terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dari program Organisasi Penggerak milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus disorot. Kedua ormas ini dinilai tidak sebanding dengan lembaga pengelola CSR yang baru menggeluti dunia pendidikan.
Pasca mundurnya NU dan Muhammadiyah, publik banyak yang mempertanyakan sikap Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. Sejumlah kalangan pun angkat bicara, seperti Muhaimin Iskandar.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun melayangkan protesnya lantaran dua ormas NU dan Muhammadiyah mundur dari program tersebut.
Cak Imin, begitu panggilan karib Muhaimin, bahkan meminta Mendikbud untuk belajar kembali sejarah pengabdian kedua ormas tersebut dalam dunia pendidikan.
“Saya juga minta Mendikbud untuk belajar sejarah pengabdian NU dan Muhammadiyah kepada pendidikan. Saya protes!” tegas Cak Imin, Jumat (24/7).
MONITOR, Bogor – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyambut baik terbentuknya Perhimpunan Pengembang Kewirausahaan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama akan menggelar Doa dan Zikir Kebangsaan sebagai salah satu rangkaian HUT…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Badan Pengawas Obat dan…
MONITOR, Jakarta — Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi momentum memperkuat transformasi…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin menyoroti data terbaru dari Komisi…
MONITOR, Jakarta - Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35…