Bakal calon wakil wali kota Depok dari PDI Perjuangan Afifah Alia saat diwawancara awak media/ dok: Boy Rivalino
MONITOR, Depok – Bakal calon wakil wali kota Depok dari PDI Perjuangan Afifah Alia yang telah resmi diusung mendampingi Pradi Supriatna pada Pilwalkot Depok 2020, optimis elektabilitasnya akan naik meski dirinya belum familiar dimata masyarakat Depok.
Ia mengatakan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendongkrak elektabilitasnya. Salah satunya memperbanyak pemasangan baliho.
“Salah satu ikhtiar saya adalah pemasangan baliho, karena saya tahu orang belum banyak kenal dengan saya,” kata Afifah saat bincang-bincang bersama wartawan di Hotel Bumi Wiyata Depok, Rabu (22/07/2020) sore.
Disamping memperbanyak pemasangan baliho, Afifah mengatakan dirinya juga akan terus melakukan blusukan.
“Setelah saya pasang baliho saya juga akan terus blusukan,” tegasnya.
Dalam perbincangannya, Afifah juga mengatakan akan menggratiskan biaya kesehatan bagi warga Depok jika nantinya terpilih menjadi wakil wali kota.
”Kami akan gratiskan biaya kesehatan untuk warga Depok yang membutuhkan pengobatan atau rawat inap. Caranya dengan hanya menunjukan KTP,” katanya.
Namun demikian, Afifah menegaskan, tidak semua rumah sakit yang ada di Kota Depok nantinya dapat melayani warga dengan hanya menunjukan KTP.
Tetapi, kata dia, hanya RSUD di Depok saja yang dapat melayani pasien secara gratis.
”Hanya khusus RSUD saja yang bisa melayani warga Depok (secara gratis).”
“Nantinya, kami juga akan melakukan penambahan RSUD, agar masyarakat yang akan berobat dapat tertampung,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat standar pelayanan publik untuk…
MONITOR, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang…
MONITOR, Tangerang - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memastikan hak dan pelindungan 33…
MONITOR, Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi…
MONITOR, Jakarta — Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) menilai 17 operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan…
MONITOR, Musi Banyuasin – Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan…