PERTANIAN

Antisipasi Ketersediaan Bawang Putih, Kementan Perkuat EWS

MONITOR, Jakarta  – Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan early warning system (EWS)_ guna mengantisipasi ketersediaan komoditas bawang putih dari gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) serta keadaan iklim yang tidak kondusif.

Bawang putih merupakan komoditas hortikultura strategis yang sedang dikembangkan secara intensif. Namun demikian, praktek di lapangan seringkali terjadi berbagai masalah yang dapat menurunkan jumlah produksi. Salah satunya adalah perubahan ekosistem pertanian dan pola budidaya termasuk perubahan iklim (kekeringan/banjir). Kondisi ini ikut berdampak terhadap perkembangan populasi, jenis dan status OPT serta keadaan keseimbangan musuh alami.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam keterangannya, Rabu (22/7) menjelaskan bahwa Data EWS Perlindungan Hortikultura telah dilakukan pada wilayah sentra utama pengembangan hortikultura.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk selalu menekankan pentingnya basis data yang kuat dan akurat sebagai acuan awal dan akhir. Terkait data pertanian ini, Kementan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait lainnya.

Untuk komoditas bawang putih, wilayah EWS dipantau sebanyak 30 Kabupaten/Kota sebagai daerah sentra utama penyangga produksi nasional, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa.

“Kami harapkan dengan terpantau dan terkawalnya lokasi ini, maka 75%- 80% luas tanam dan produksi bawang putih nasional aman. Data ini kami kawal dengan ketat dan dilaporkan oleh Direktorat Perlindungan Hortikultura secara periodik per 2 minggu,” ujar Prihasto.

Dijelaskan Prihasto, Data OPT tersebut meliputi Luas Tambah Serangan (LTS), Luas Keadaan Serangan (LKS) dan Luas Pengendalian (LP) OPT. Pantauan ini dilaporkan secara rutin sebelum tanggal 5 dan tanggal 20 bulan berjalan oleh Koordinator POPT Kabupaten (Kortikab). Berikutnya, dilaporkan ke sekretariat Satgas Perlindungan Kementerian Pertanian.

Saat ini OPT yang dominan pada tanaman bawang putih yaitu bercak ungu/trotol, layu fusarium dan ulat daun (Spodoptera exigua), namun demikian masih terkendali. OPT yang diwaspadai pada musim kemarau adalah ulat daun karena serangannya lebih banyak terjadi di musim kemarau. 

Senada, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf menjelaskan bahwa dalam mengawal lokasi EWS bawang putih tersebut, pihaknya secara intensif berkoordinasi dengan kepala UPTD BPTPH Provinsi dan Kortikab POPT di Kabupaten/Kota sentra.

Caranya dengan melakukan langkah konkret di lapangan yaitu mendorong penerapan budidaya tanaman sehat, pemilihan benih varietas tahan yang sehat dan bebas OPT, pencelupan benih sebelum tanam dengan mikroba perakaran / Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), penggunaan perangkap likat kuning, perangkap feromon seks, lampu perangkap, shading net serta pengendalian dengan menggunakan agens hayati ( Trichoderma_ spp).

“Untuk mengendalikan penyakit tular tanah seperti layu fusarium,” tambahnya. 

Bahan pengendali yang ramah lingkungan ini juga dapat petani peroleh melalui klinik PHT atau LPHP wilayah setempat.

Yanti menambahkan, Kementan terus mendorong sosialisasi dan penerapan pengendalian OPT sesuai dengan sistim Pengendalian Hama Terpadu (PHT), pembinaan dan pendampingan pengendalian OPT. Baik oleh pusat (Direktorat Perlindungan Hortikultura) maupun daerah (Dinas Pertanian dan UPTD BPTPH Provinsi).

Secara nasional, data EWS disesuaikan hitungannya berdasarkan produksi rogol kering askip. Prediksi Ditjen Hortikultura pada Bulan Juni  – Oktober 2020 terdapat produksi sebanyak 28.910 ton. Seluruh produksi bawang putih yang dihasilkan diasumsikan seluruhnya dijadikan benih untuk pertanaman selanjutnya.

Angka produksi ini harus terus dilakukan pengawalan oleh petugas POPT di tingkat lapang dengan cara menurunkan tingkat serangan OPT untuk mengamankan produksi komoditas bawang putih nasional.

Recent Posts

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

8 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

11 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

11 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

12 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

MONITOR, Palu – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bekerja sama dengan Badan Karantina…

1 hari yang lalu

IPIM Banten Sambut Positif Terpilihnya Prof. Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI Petama

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum PW IPIM Provinsi Banten, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menyambut…

2 hari yang lalu