PENDIDIKAN

PJJ Belum Efektif, Pengamat: Kuota Internet Masih jadi Barang Mahal

MONITOR, Jakarta – Kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan melalui daring, atau online, dirasa memberatkan orang tua siswa. Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menegaskan banyak masyarakat yang kewalahan menyediakan akses internet bagi anak-anaknya.

“Kita juga menerima atau mendapatkan suara-suara dari masyarakat ada 285 itu soal keberatan PJJ mayoritas itu ada 72 pengaduan yang masuk ke kita itu tidak bisa beli kuota,” ujar Ubaid Matraji saat diskusi daring Forum Monitor, Jumat (17/7) lalu.

Ubaid menegaskan, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kuota internet masih menjadi barang yang mahal. Masyarakat masih banyak yang tidak sanggup memenuhi kebutuhan akses internet untuk kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

“Jadi kuota itu masih menjadi barang mahal bagi masyarakat Indonesia. Bahkan kemarin ada berita anak itu kabur dari rumah, gara-gara kuota internet HP ibunya itu dipakai, lalu ibunya marah kemudian anak itu dimarahin mau dipukulin, dan akhirnya kabur ya itu soal kuota,” terang Ubaid.

Persoalan lainnya, kata Ubaid, yakni kurang tersedianya perangkat digital yang menunjang PJJ dalam satu keluarga. Ubaid mencontohkan, satu keluarga seringkali berebut perangkat digital seperti laptop, ponsel, milik orangtuanya untuk dipakai keperluan belajar online. Apalagi, jika keluarga tersebut memiliki anak sekolah lebih dari dua orang.

“Jadi gimana itu, pasti akan bermasalah sehingga bagi mereka yang tidak memiliki perangkat tidak punya HP, laptop, komputer itu mereka nggak punya gitu. Jadi satu HP itu bisa dibuat bertiga bareng-bareng bersaudara dengan kakaknya dengan adiknya gitu ya,” tuturnya.

Recent Posts

Pemkot Tangsel Ajak Warga Sukseskan ORI Campak, Targetkan 109 Ribu Anak

MONITOR, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) secara…

53 menit yang lalu

Kecam Serangan AS-Israel, MUI: Melanggar Hukum Internasional

MONITOR, Jakarta — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, mengecam keras…

3 jam yang lalu

Kemenperin Pacu Implementasi TKDN melalui Sertifikasi Profesi Verifikator

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) guna…

5 jam yang lalu

Gus Yahya Temui Dubes AS Bahas Perdamaian Timur Tengah

MONITOR, Jakarta — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf melakukan…

7 jam yang lalu

Campuspreneur Expo Hadirkan 30 Wirausahawan Muda Potensial di Kalangan Mahasiswa

MONITOR, Surakarta – Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret(UNS) menggelar pameran Campuspreneur Expo yang diikuti 30 wirausahawan potensial dari kalangan mahasiswa. Pameran digelar di…

7 jam yang lalu

Dirut Jasa Marga: Periode Arus Balik Libur Panjang Lebaran 2026 Telah Berakhir

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa…

7 jam yang lalu