Sandi Harap Prabowo Mampu Tingkatkan Produksi Pangan Nasional

Sandiaga Uno bersilaturrahim ke kantor Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/ dok: Twitter

MONITOR, Jakarta – Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subinato.

Dalam pertemuan dengan mantan pasangannya pada pemilihan presiden (pilpres) 2019 lalu ini, Sandi mengaku dirinya menyampaikan sejumlah hal terutama terkait kondisi ekonomi saat ini.

“Saya dengab Pak Menhan berdiskusi tentang pembangunan di Indonesia baik di sektor ekonomi serta kendala yang dihadapi masyarakat karena Covid ini,” kata Sandiaga.

Menurut Sandi, dengan adanya wabah ini kondisi ekonomi semakin sulit, pengangguran terus bertambah karena adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sulitnya mencari lapangan kerja.

“Pendapatan masyarakat turun, banyak yang kehilangan lapangan pekerjaan, banyak juga yang kehilangan mata pencaharian, PHK sudah diatas 5 juta. Ngobrol sama pak prabowo juga bahwa walaupun kita di rumah saja, tapi biaya-biaya hidup ini semakin membebani kita,” pungkas Sandi.

Dia berharap Prabowo sebagai komandan Lumbung Pangan Nasional memiliki strategi dalam meningkatkan stok pangan nasional.

Lumbung Pangan Nasional diharapkannya dapat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan bangsa, khususnya di tengah masa pandemi saat ini.

“Lumbung Pangan Nasional memang sudah menjadi cita-cita beliau sejak lama,” ungkap Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra

Peran Lumbung Pangan Nasional katanya dapat mendorong sisi produksi pangan yang diketahui kerap kali tersendat.

Memang ada banyak tantangan tapi jika berbagai pihak bekerja sama, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian lainnya, diharapkan lahan produksi baru dapat dicetak dalam waktu dekat.

“Saya juga menyampaikan gagasan-gagasan saya yang berkisar di antara aplikasi teknologi penggunaan big data dan juga mendorong para petani milenial untuk bisa diperdayakan,” pungkas Sandi.