PERTANIAN

Tingkatkan Produksi, Gubernur Sulut Optimalkan Lahan Kering Tanam Padi Ladang

MONITOR, Sulawesi – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bekerja keras meningkatkan produksi atau ketersediaan beras sehingga Provinsi Sulut swasembada walaupun tahun 2020 ini dihadapkan pandemi covid 19. Salah satu terobosannya yakni mendorong masyarakat petani memanfaatkan lahan kering untuk menanam padi ladang.

Olly mengatakan pemerintah Provinsi Sulut sangat serius mengoptimalkan lahan tersebut dengan secara nyata menjalankan gerakan tanam padi ladang. Menurutnya, program ini tidak hanya untuk mewujudkan swasembada beras namun sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan atau mengurai kemiskinan.

“Ini merupakan salah program operasi daerah selesaikan kemiskinan (OD-SK) di sektor pertanian. Gerakan ini dilakukan untuk memotivasi petani meningkatkan produksi padi ladang dalam rangka mendukung pemantapan swasembada beras di Sulut serta mendorong peningkatan pendapatan petani di era pandemi Covid-19,” kata Gubernur Olly didampingi Ketua TP-PKK Sulut Rita Dondokambey Tamuntuan saat melakukan gerakan tanam padi ladang di Desa Pinaesaan, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, Jumat kemarin (17/7/2020).

Pada gerakan tanam tersebut, Olly sekaligus memberikan bantuan bibit kepada para petani agar mempercepat dan memperluas penanaman padi ladang. Langkah ini sangat baik dilakukan demi menjaga ketahanan pangan di Sulut ditengah Pandemi Covid-19.

“Padi ladang ini juga meningkatkan sektor perekonomian di Sulut. Saat ini bantuan bibit padi ladang sudah disalurkan ke Dinas Pertanian Kabupaten/Kota lewat Dinas Pertaniam Sulut,” tuturnya.

Oleh karena itu, Olly secara tegas mengajak masyarakat bumi nyiur melambai Sulawesi Utara untuk  memanfaatkan lahan dengan menanam padi ladang di masa pandemi covid 19 ini.

“Padi ladang sangat cocok ditanam didaerah kering, dan ini bisa dimanfaatkan petani di seluruh daerah yang ada di Sulut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Sulut Novly Wowiling menambahkan pemerintah Provinsi Sulut mendorong upaya Kementan meningkatkan produksi pangan melalui mekanisasi pertanian dan teknologi tepat guna lainya yang modern. Mekanisasi pertanian menjadi kebutuhan petani saat ini agar berhasil dalam proses budidaya dengan produksi tinggi.

“Dengan mekanisasi upaya peningkatan dan memantapkan persediaan pangan menjadi aman, kesejahteraan petani juga turut naik,” ucapnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan mendorong langkah nyata Gubernur Sulut dalam meningkatkan produksi beras. Menurutnya, pemanfaatan lahan untuk tanam padi ladang merupakan langkah nyata merealisasikan terobosan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjamin terwujudnya swasembada beras melalui percepatan tanam khususnya tanaman padi di semua daerah pada Musim Tanam (MT) II Tahun 2020 pada 5,6 juta hektare lahan.

“Kementerian Pertanian siap membantu upaya peningkatan produksi ini dengan menyalurkan bantuan benih, pupuk, obat-obatan, alat mesin pertanian, asuransi pertanian dan dana KUR (kredit usaha rakyat). Hal itu dilakukan guna menjaga ketahanan pangan nasional selama masa pandemi virus corona Covid-19 tengah berlangsung,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan percepatan tanam dan program mengoptimalkan panen dapat menambah beras hingga 12,5 juta sampai 15 juta ton beras sampai akhir Desember 2020.

“Dengan demikian, dalam kondisi apapun pangan secara nasional tersedia dengan baik. Saya optimistis jika pemerintah pusat dan daerah sinergi memprioritaskan program pertanian, Indonesia mampu terhindar dari ancaman krisis pangan yang akan terjadi pasca pandemi Covid-19 seperti yang diingatkan FAO (Food and Agriculture Organization),” tutur Syahrul.

Recent Posts

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

6 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

8 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

9 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

10 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

MONITOR, Palu – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bekerja sama dengan Badan Karantina…

1 hari yang lalu

IPIM Banten Sambut Positif Terpilihnya Prof. Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI Petama

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum PW IPIM Provinsi Banten, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menyambut…

2 hari yang lalu