SUMATERA

Isdianto-Suryani diusung PKS dan Hanura, Demokrat dan PAN diprediksi Menyusul

MONITOR, Batam – Duet pasangan Isdianto-Suryani dipastikan ikut berlaga pada Pilkada Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Desember 2020 mendatang. Pasalnya, duet ini resmi telah mendapat dukungan Partai Hanura dan PKS yang diterima secara langsung oleh di kantor DPP masing-masing partai pada hari ini, Kamis (16/7/2020).

Selain kedua partai tersebut, pasangan ini juga dikabarkan akan mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan PAN. Duet Isdianto-Suryani ini akan berhadapan dengan Soerya-Iman yang didukung oleh Partai Gerindra, PKB, PDIP dan Ansar-Marlin yang didukung oleh Partai Golkar dan NasDem.

Sementara itu, disaat ketiga Paslon sudah mendapat dukungan, tersisa satu figur lain yakni tokoh gaek Kepri, Ismeth Abdullah yang berencana mengikuti laga Pilkada melalui jalur independent. Namun meski demikian, informasi terbaru hingga batas akhir pendaftaran jalur independen pihaknya tidak juga melengkapi berkas pendaftaran di KPU. Situasi akan semakin sulit bagi Ismeth Abdullah untuk mendapatkan rekomendasi partai karena sudah tak cukup syarat kursi.

Dari dinamika politik yang berkembang, Pengamat Politik Kepri Indira Nainggolan memprediksi laga Pilkada Kepri tahun 2020 ini hanya bakal diikuti oleh tiga kontestan. Menurutnya besar kemungkinan sisa partai yang belum tegas mengeluarkan rekomendasi pengusungan akan berlabuh di kubu patahana atau incumbent.

Kan logikanya begini, jika Demokrat, PAN dan PPP mau bergabung ke poros Soerya-Iman seharusnya sudah dari awal, kalau sekarang mereka akan jadi gerbong kereta yang tertinggal. Demikian juga jika bergabung ke poros Ansar-Marlin, partai-partai itu hanya jadi pelengkap,” ujarnya.

Lebih jauh, pengamat lulusan UGM ini menilai duet Isdianto-Suryani cocok dan ideal serta dinilai mampu menyolidkan basis dukungan masyarakat yang pada periode lalu saat mendukung duet Sani-Nurdin. “Saya menilai duet ini cocok dan mudah diterima oleh masyarakat khususnya yang pada periode pilkada lalu mengantarkan almarhum Muhammad Sani sebagai pemenang Pilkada 2015 lalu. Belum lagi jika melihat dukungan PKS yang dikenal sebagai partai yang solid dan memiliki jumlah kader militan yang cukup banyak di Kepri. Tentu ini menjadi kekuatan yang tidak dimiliki oleh kubu lawan,” pungkasnya.

Terpisah, Pemerhati Pilkada Kepri Muhammad Ridwan menyampaikan besar kecenderungan Pilgub Kepri akan diikuti tiga pasangan calon. Itu karena tidak mudahnya mengumpulkan dukungan perseorangan ditengah situasi pandemi corona seperti sekarang ini. Ia juga menduga persaingan di Kepri jauh akan lebih mengarah pada uji kompetensi, pengalaman dan konsentrasi program masing-masing paslon.

“Jika situasinya normal, ketiga paslon punya kans beradu visi misi dengan leluasa. Namun jika situasi wabah pandemi makin mengancam dan kondisi ekonomi menuju resesi, maka petahana jauh lebih diuntungkan,” kata Ridwan kepada media di Batam. Kamis (16/7/2020).

“Saya kira situasinya kini cukup jelas. Ada tiga pasangan calon yang bertanding. Sesumbar Golkar Kepri yang akan membuat pilkada head to head antara Ansar melawan Soerya, runtuh sudah. Mereka menyepelekan kekuatan Isdianto, padahal nyata-nyata dia adalah incumbent,” tambahnya.

Informasi terkini seputar peta kekuatan masing-masing pasangan calon dipenuhi dengan berbagai klaim. Semua mengaku paling kuat dan akan menang. Namun data paling update yang beredar di masyarakat, menyebutkan pasangan Isdianto-Suryani memiliki elektabilitas tertinggi.

Lembaga Studi Pemilu dan Politik (LSPP) menyebutkan survei terbaru mereka, periode tanggal 9 sampai  13 Juli 2020, posisi tertinggi diraih pejabat petahana yakni Plt. Gubernur Isdianto dengan Suryani meraih dukungan sebesar 23,87 persen. Sementara kompetitornya, Ansar Ahmad-Marlin Agustina berada di posisi kedua, mendapatkan dukungan sebesar 18,77 persen. Lalu pasangan Soerya-Iman berada di posisi terkahir dengan dukungan hanya sebesar 11,33 persen.

LSPP menyampaikan kepada publik yang belum memutuskan masih cukup besar yakni sebesar 39,52 persen. Adapun yang sudah memutuskan namun menyatakan rahasia, tercatat sebesar 6,51 persen. Dengan demikian peluang menang di Pilkada Kepri masih terbuka bagi semua pasangan.

Recent Posts

Kemnaker: Integrasi Data Lintas Instansi Tingkatkan Kualitas Layanan Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat integrasi data lintas instansi sebagai upaya meningkatkan…

37 menit yang lalu

Jasa Marga Gelar Roadster Rescue Competition 2026, Uji Kecepatan dan Ketepatan Petugas Tangani Kecelakaan Tol

MONITOR, Bogor – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Operator…

43 menit yang lalu

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mulai memproses penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah…

1 hari yang lalu

Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri

MONITOR, Cikarang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia…

1 hari yang lalu

Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

MONITOR, Bandung – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mentransformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di…

1 hari yang lalu

Jasa Marga Sabet Dua Penghargaan PR di Indonesia Public Relations Summit 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali meraih pengakuan nasional atas implementasi strategi komunikasi…

1 hari yang lalu