Gagas Depo Jagung, Bupati Dompu Jaga Stok Jagung Lokal

MONITOR, Jakarta – Bupati Dompu, Bambang M Yasin (HBY) menilai bahwa Indonesia harus memiliki tempat penyimpanan komoditas pangan yang mampu menjaga kualitas hasil tanam selama berbulan-bulan dengan memanfaatkan sentuhan teknologi modern.

Hal tersebut disampaikan Bambang saat menggelar silaturahmi dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Juli 2020.

“Kami sedang menggagas Indonesia harus punya depo jagung di beberapa tempat. Mudah-mudahan di tahun 2021 bisa ada satu infrastruktur yang bisa menampung jagung jutaan ton,” katanya.

Menurut Bambang, inovasi yang disampaikan rupanya mendapat pandangan positif dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Ia mengatakan bahwa Mentan siap mendukung semua kebutuhan pangan yang dibutuhkan rakyat.

“Saya mendapat kepercayaan dari Pak Mentan untuk bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut. Paling tidak ke depan kita akan punya semacam percontohan komoditas pertanian,” terang Bambang.

Disisi lain, Bambang menilai bahwa program-program di Kementan sangat membawa manfaat bagi petani di daerahnya. Khususnya program yang berkaitan dengan kebijakan impor.

“Kementerian tidak mengeluarkan rekomendasi untuk impor jagung saja sudah sangat luar biasa buat kami. Dengan begitu, produk lokal jadi punya pasar dan itu sangat membantu perekonomian petani,” katanya.

Sebagai informasi, selama 10 tahun terakhir Kabupaten Dompu selalu melakukan panen jagung dengan rata-rata 100 ribu hektare dan menghasilkan jagung setiap tahunnya sekitar satu juta ton.

“Kami berharap apa yang kami sampaikan mudah-mudahan mendapat atensi serius karena saya berharap jagung yang kami produksi setiap tahun bisa menjadi cadangan stok untuk Indonesia,” tutupnya.