Sambut Penetapan Danau Toba Sebagai Global Geopark, DPD RI Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Sinergi

Presiden Joko Widodo dan rombongannya mengunjungi kawasan Danau Toba (dok: Instagram)

MONITOR, Jakarta – Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI menyambut baik pengumuman UNESCO yang secara resmi menetapkan Danau Toba, Sumatera Utara, sebagai Taman Bumi Dunia (TBD) atau Global Geopark pada, 7 Juli 2020, kemarin.

Sehingga, diharapkan penetapan Danau Toba sebagai TBD diikuti dengan dukungan kebijakan yang nyata.

“Kami bangga dengan penetapan Danau Toba sebagai Global Geopark, dan pencapaian ini harus didukung legislasi atau kebijakan tingkat nasional, juga daerah, untuk implementasinya,” kata Ketua BKSP DPD RI, Gusti Farid Hasan Aman dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, dimuat Minggu (12/7).

Taman Bumi UNESCO merupakan wilayah yang di dalamnya terdapat situs atau bentang darat geologis istimewa dan dikelola dengan konsep terpadu untuk perlindungan lingkungan, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

TBD disahkan oleh 195 negara anggota UNESCO pada tanggal 17 November 2015 dan saat ini terdapat 147 TBD di 41 negara.

“Status TBD Danau Toba harus dipertahankan, karena status tersebut bisa ditarik kembali setelah berjalan beberapa waktu melalui proses revalidasi dari UNESCO,” sebut Wakil Ketua BKSP DPD Dr. Richard Hamonangan Pasaribu yang juga senator dari Dapil Kepulauan Riau itu.

BKSP DPD pun berharap para pemangku kepentingan di pusat dan daerah dapat merumuskan pengelolaan berbagai Taman Bumi di Indonesia dan segera membuat langkah-langkah kongkrit dan praktis untuk menjaga pencapaian status seperti yang sudah dicapai TBD Kaldera Toba.

Setidaknya, masuknya Kaldera Toba menambah daftar TBD UNESCO di Indonesia menjadi 5, setelah Gunung Sewu (DIY), Gunung Rinjani (NTB), Gunung Batur (Bali), dan Ciletuh Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.

“Pengakuan dunia internasional melalui status TBD menunjukkan kita mampu mengelola keistimewaan alam Indonesia” ujar Gusti Farid.

“Namun, pada saat yang sama kita juga harus menunjukkan kapasitas untuk mengelola dan mempertahankan pencapaian melalui status TBD yang sudah diraih tersebut,” pungkas dia.