PERTANIAN

Kementan Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan untuk Stok Pangan Keluarga

MONITOR, Lampung – Sebagai lokasi yang berdekatan dengan zona merah, Lampung menjadi salah satu daerah yang ketat terhadap pengawasan penyebaran wabah Covid-19. Hal ini berdampak pada dinamika ekonomi masyarakat, termasuk ketahanan pangan keluarga sebagai akibat dari pembatasan berskala yang diterapkan di beberapa wilayah.

Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan memandang hal tersebut sebagai jendela potensi dalam menyosialisasikan kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan yang selama ini telah dilakukan, yaitu Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

P2L merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai penghasil pangan oleh Kementerian Pertanian.

Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan, menjelaskan bahwa pekarangan dapat menjadi sumber pangan keluarga di masa pandemi saat ini, “Dari pekarangan kita bisa ambil terong, tomat, sawi, dan sebagainya, ga usah khawatir. Bapak-bapak juga bantu,” jelas Agung saat ditemui dalam kunjungan kerja di Provinsi Lampung, Sabtu (4/7).

Kegiatan P2L dilaksanakan dengan mendorong pemberdayaan masyarakat untuk secara mandiri mengelola pekarangan menjadi sumber pangan. Empat konsep kegiatan di dalamnya berupa rumah bibit, demplot, pertanaman pekarangan, dan pasca panen serta pemasaran.

Jaeni, Ketua P2L KWT Mekar Sari, Desa Rama Indra, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah mengungkapkan bahwa kegiatan P2L tidak hanya menjadi sumber pangan keluarga, namun juga menghemat pengeluaran belanja pangan para anggota, “Kita sudah tidak perlu lagi belanja pak, tinggal petik di demplot”, ungkapnya.

Manfaat serupa dari P2L juga dirasakan oleh KWT Wijaya Kusuma, Desa Rukti Harjo, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, “Demplot sudah beberapa kali panen pak, alhamdulillah ada orang mau beli, kemarin yang laku kangkung, pakcoy, sama bayam” jelas Atun, sekretaris P2L KWT Wijaya Kusuma.

Ditemui saat kunjungan, Kepala Desa Rukti Harjo, Gunawan, berterimakasih kepada Badan Ketahanan Pangan, bahwa dengan adanya kegiatan P2L, masyarakat sekitar turut antusias mencontoh kegiatan tersebut, “Rumah bibit dan demplot yang dibangun itu, jadi contoh masyarakat sekitar untuk ikut menanam sayur-sayuran lainnya di halaman rumah mereka,” ungkap Gunawan.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, dalam rangka pemberdayaan kelompok, bantuan pemanfaatan pekarangan dalam P2L dibagi dua tahap, yaitu Tahap Penumbuhan di tahun pertama dan Tahap Pengembangan di tahun kedua,
“Tahun kedua kelompok akan masuk ke dalam Tahap Pengembangan, jadi kegiatan kelompok bisa mengembangkan lahan ini. Rumah bibit juga dikembangkan jangan sampai mati, kalau bibit sudah digunakan, bisa ambil bibit baru hasil persemaian,” ujar Agung.

Selain itu, tambah Agung, P2L juga membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 agar tetap produktif, “Saya harapkan kegiatan ini dapat membantu anggota khususnya dan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, serta menambah pendapatan,” jelas Agung.

Diharapkan kegiatan P2L dapat mendorong kelompok penerima manfaat untuk lebih mandiri dan lestari serta menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, sehingga target menciptakan sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif dapat terwujud.

Recent Posts

Kementan Lakukan Vaksinasi dan Biosekuriti untuk Pastikan PMK di Lampung Timur Terkendali

MONITOR, Lampung Timur – Pemerintah memastikan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Tegal…

7 jam yang lalu

19 Titik Istirahat Gratis Hadir di Jalur Wisata Lebaran 2026

MONITOR, Jakarta - Kehadiran Serambi MyPertamina merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kenyamanan masyarakat…

8 jam yang lalu

Arus Balik, Jasa Marga Akan Kembali Berlakukan Diskon Tarif 30 Persen di 9 Ruas Jalan Tol Trans Jawa dan Sumatra

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan kembali memberlakukan diskon tarif tol sebesar…

9 jam yang lalu

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Kendaraan ke Jabodetabek Melonjak 41,8 Persen

MONITOR, Jakarta – Puncak arus balik libur Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M mencatat lonjakan signifikan. Jasa…

9 jam yang lalu

BHR Driver Maxim Cair, Puluhan Ribu Mitra di 100 Kota Terima Bonus Jelang Lebaran 2026

MONITOR, Jakarta – Perusahaan transportasi online Maxim menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) kepada lebih dari…

10 jam yang lalu

Silaturahmi Idul Fitri bareng Pemkab, GP Ansor Lumajang Perkuat Sinergi Peran Strategis Pemuda

MONITOR, Lumajang - Momentum Idulfitri dimanfaatkan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lumajang untuk…

14 jam yang lalu