PARLEMEN

DPR: Indonesia Miliki Posisi Strategis Patahkan Aneksasi Israel Terhadap Palestina

MONITOR, Jakarta – Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat telah memanggil direktur hubungan Timur Tengah Kementerian Luar Negeri.
Hal itu terkait dengan respon cepat dan kesungguhan parlemen dalam merespon penyelesaian Tepi Barat Palestina.
“DPR melalui GKSB akan fokus mengawal isu aneksasi tepi barat. Hal ini sesuai dengan janji kita bangsa Indonesia untuk ikut serta dalam perdamaian dunia,” kata Syahrul dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, dimuat Minggu (28/6).
“Karena itu, kami memanggil kementerian luar negeri untuk memetakan konflik di sana dan mencari inisiasi penyelesaian,” tambahnya.

Dikatakan dia, saat ini politik kawasan di Timur Tengah sangat memberikan pengaruh dan warna terhadap eskalasi penyelesaian konflik Palestina dan Israel.
Dan sejumlah negara di luar kawasan itu yang mengambil peran baru dan Indonesia punya kemampuan untuk hal tersebut.
“Penyelesaian konflik Palestina Israel sangat komplek karena di warnai politik kawasan yang mempunyai kepentingan politik masing- masing negara misalkan Arab Saudi, Mesir, Qatar, Jordan dan beberapa negara di sekitar itu yang mempunyai hubungan ekonomis politis dengan AS dan Israel,” papar politikus PKS tersebut.
“Sehingga kecaman negara-negara Timur Tengah hanya formalitas belaka. Karena itu perlu negara lain yang bersuara sebagai katalisator dan saya rasa indonesia mampu untuk mengakselerasi dan menyelesaikannya,” ujar anggota komisi V DPR RI itu.
Ia menyatakan bahwa dalam posisi strategis Indonesia bisa melakukan umpan balik dan memberikan terobosan melebihi Turki dengan menggalang suara secara politis, sosiologis dan ekonomis untuk mematahkan aneksasi dan deal century AS yang merugikan rakyat Palestina

“Indonesia harus konsisten berada di garda terdepan dengan terus maksimal menggalang dukungan yang lebih lagi dari usaha Menlu saat ini. Kemudian Indonesia melalui presiden harus menginisiasi resolusi yang dialamatkan kepada DK PBB untuk menghentikan aneksasi dan menciptakan perdamaian di luar deal century ini,”sebut dia. 
“Pembelaan kita terhadap Palestina adalah marwah kebangsaan yang sedari dulu kita perjuangkan,” pungkasnya.

Recent Posts

Wamen UMKM Ungkap Tiga Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan tiga…

11 jam yang lalu

Menaker Terima Audiensi Koalisi Buruh, Bahas RUU Pelindungan Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menerima audiensi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)…

18 jam yang lalu

Banpres Pemulihan Usaha Jangkau Para Pengusaha Mikro Terdampak Bencana di Sumbar

MONITOR, Padang - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi…

18 jam yang lalu

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

1 hari yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

1 hari yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

1 hari yang lalu