Prajurit TNI Tewas Disergap Kelompok Bersenjata di Kongo

Prajurit TNI (foto. Puspen TNI)

MONITOR, Jakarta – Seorang prajurit TNI dilaporkan tewas dan seorang lainnya terluka setelah disergap kelompok bersenjata di Kongo, Afrika. Kabar tersebut diungkapkan Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco, Letkol Czi M.P. Sibuea. Prajurit yang berasal dari korps Zeni itu atas nama Serma Rama Wahyudi, dengan luka tembak di dada.

Sibuea menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

“Ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), para prajurit dihadang dan dihujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo,” kata Sibuea, seperti dilansir siaran pers Puspen TNI, Rabu (24/6).

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo. Usai kontak senjata, diketahui bahwa Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri, sementara satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma MONUSCO.

Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco merupakan Satgas PBB dari Indonesia yang banyak memberikan kontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur di daerah misi dan telah mendapatkan apresiasi besar dari Markas PBB, salah satunya adalah program pembangunan dan rehabilitasi jalan Kasinga-Kadidiwe, Kongo.