PARLEMEN

Komisi I DPR Dorong Pemerintah Beri Subsidi Internet

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), penggunaan internet pada masa pandemi Covid-19 ini meningkat hingga mencapai 443%. Namun sayangnya, masih ada 12.548 desa yang belum bisa mengakses internet dengan baik.

Untuk mengatasi kendala ini, Sukamta mendorong pemerintah untuk memberikan pelayanan internet di penjuru daerah agar mudah dijangkau, baik dari segi harga maupun cakupan wilayahnya. Sebab dikatakan Sukamta, internet sudah menjadi kebutuhan dasar yang diandalkan semua kalangan untuk menunjang aktifitas.

“Pada masa pandemi seperti sekarang ini akses internet jadi andalan semua kegiatan. Anggaran rumah tangga untuk internet sekarang bisa jadi sudah melebihi anggaran untuk makan dan transportasi. Para pekerja pun sebagian masih melakukan working from home (WFH) meski juga sudah mulai bertahap untuk working from office (WFO). Anak-anak sekolah juga masih belum boleh masuk sekolah secara fisik, sehingga harus belajar via online (SFH). Saya mendorong kepada pemerintah agar internet terjangkau dari segi harga dan cakupan wilayahnya,” kata Sukamta dalam keterangannya, Selasa (23/6).

Dari sisi harga, Wakil Ketua Fraksi PKS ini menegaskan harus ada keberpihakan negara khususnya bagi masyarakat kecil, pengemudi ojek online, UMKM. Sukamta mengatakan, Negara sebisa mungkin menggratiskan internet atau jika tidak bisa, setidaknya mengurangi biaya internet.

“Berilah subsidi internet utamanya kepada anak-anak sekolah, UMKM dan pengemudi ojek online. Negara perlu berpihak khususnya mereka, agar meringankan pengeluaran internet ketika pendapatan sedang turun dan negara tidak bisa memberikan BLT kepada mereka,” imbuh Sukamta.

Sukamta juga meminta pemerintah menjamin internet terjangkau dari segi cakupan wilayah sinyalnya, agar semua daerah bisa mengakses internet. Apalagi, dikatakan dia, sampai saat ini banyak daerah yang belum terjangkau internet. Ia menuturkan, ada siswa SMP yang harus jalan kaki 2,5 km supaya bisa dapat sinyal internet, juga tidak boleh dilupakan internet untuk pesantren daerah terpencil.

“Saya kira internet provider sudah lebih dari BEP (break even point) sehingga seharusnya kita bisa sharing beban. Mereka mengurangi keuntungannya dan pemerintah memberikan subsidi untuk internet ini. Semoga program seperti Palapa Ring bisa menjadi jawaban atas masalah ini,” tandas wakil rakyat dari Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Recent Posts

Pecah Telur! RI Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Saudi untuk Jemaah Haji

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memfasilitasi ekspor perdana beras Nusantara sebanyak…

17 menit yang lalu

Takbiran dan Nyepi Berbarengan, Menag Siapkan Aturan Khusus

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif terkait…

4 jam yang lalu

Menteri UMKM Tekankan Pentingnya Perkuat Pasar Dalam Negeri

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

7 jam yang lalu

Krisis Timur Tengah dan Penutupan Selat Hormuz, Dorongan Kuat Transisi Energi Nasional

MONITOR, Jakarta - Serangan militer ilegal Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan pemimpin tertinggi…

11 jam yang lalu

Menag Ajak Tokoh Agama ‘Turun Gunung’ Suarakan Penyelamatan Lingkungan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk “turun gunung” dan…

11 jam yang lalu

Wamenkeu: APBN 2026 Tangguh Hadapi Gejolak Global dan Harga Minyak

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa struktur APBN Indonesia dirancang…

13 jam yang lalu