Presiden PKS Muhamad Sohibul Iman saat ditemui MONITOR di Kantor KPU (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman mengatakan bangsa Indonesia sudah memiliki konsensus dasar negara yang paten, dan tidak perlu lagi diperdebatkan. Diantaranya adalah Pancasila, UUD 45, Bendera Merah Putih dan lainnya.
Sohibul mengatakan, dasar-dasar negara itu masih perlu didiskusikan di tataran praktis, akan tidak jangan diperdebatkan secara ideologis.
“Kini bagaimana mewujudkan idealita-idealitanya. Ini perlu diskusi-diskusi di tingkat praksis, bukan perdebatan-perdebatan idiologis politis,” ujar Sohibul Iman, Sabtu (20/6).
Ia pun menegaskan sifat alamiah manusia ketika tidak mampu mewujudkan idealita-idealita kehidupan, maka cenderung akan tergoda mengutak-atik hal-hal yang tidak penting.
Demikian juga, lanjut dia, ketika bangsa Indonesia tidak mampu mewujudkan idealita-idealita dari konsensus-konsensus dasar bernegara, ada sebagian pihak yang tergoda mengutak-atik hal-hal yang tidak perlu.
“Perdebatan idiologis politis tentang konsensus-konsensus dasar bernegara akan bikin kita setback dan abai dari usaha-usaha membangun daya saing di tengah kompetisi global yang dipicu oleh kemajuan-kemajuan teknologi di satu sisi dan kekhawatiran “FEW crisis” di sisi lain (Food, Energy, Water). Kita bisa jadi pecundang,” tandas Sohibul mengingatkan.
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan…
MONITOR, Tangerang Selatan - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali…
MONITOR, Blitar – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus mempercepat…