BUMN

Telkom Edukasi Peran Smart City di Era New Normal

MONITOR, Jakarta – Telkom Regional III menyelenggarakan Webinar yang mengangkat topik Implementasi Smart City dalam Mendukung Penerapan New Normal Di tengah Pandemi Covid-19. Webinar yang dimoderatori oleh Ricka Febriliantina yang juga merupakan OSM BGES TREG III ini, membahas bagaimana peran Smart City dalam persiapan menuju New Normal khususnya di wilayah TREG III. 

Webinar dibuka oleh paparan Mohammad Khamdan selaku EVP TREG III ini menampilkan narasumber antara lain Prof. Dr. Ir. Marsudi W. Kisworoyang dikenal sebagai Pakar Smart City Indonesia dan saat ini merupakan Komisaris Telkom, Achmad Sugiarto selaku Direktur Strategic Portfolio Telkom, Setiaji selaku Kadiskominfo Jawa Barat yang dalam kesempatan ini hadir mewakili Gubernur Jawa Barat, Ir. Ajay M. Priatna, M.M.selaku Walikota Cimahi dan Wahyudi selaku SM Smart City Development Telkom.

Webinar berlangsung selama 4 jam dan diikuti kurang lebih 400 peserta dari berbagai kalangan, baik itu dari Pemda, Akademisi dan masyarakat umum melalui link cloudX dan streaming Youtube. Turut hadir menyemarakkan diskusi Webinar adalah beberapa Kepala Daerah, Kepala Dinas dan perwakilan dari BUMD, di antaranya Dr. H. Herdiat Sunarya (Bupati Ciamis), Dra. Ety Herawati (Wakil Walikota Cirebon), Drs. H. Herman Suryatman (Sekda Kabupaten Sumedang), Achmad Zulkarnain (Ketua DPRD Kota Cimahi), H. Sonny Salimi (Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung), serta 26 Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang lainnya.EVP TREG III, Mohammad Khamdan yang memaparkan kesiapan TREG III dalam optimalisasi layanan untuk mewujudkan kenyamanan yang dapat dirasakan oleh masyarakat selama menjalankan anjuran Pemerintah di masa pandemi COVID-19 dan persiapan menuju New Normal.

Berikutnya paparan dari Direktur Strategic Porfolio,Achmad Sugiarto yang menyatakan bahwa saat ini seharusnya kita sudah memasuki tahap Post Covid-19. Tantangannya adalah bagaimana kita harus semakin efektif, efisien dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang dituntut untuk tetap produktif ditengah masa Pandemi Covid-19.

Beliau juga mengingatkan bahwa dalam implementasinya Smart City tidak bisa disamakan antar satu daerah dengan daerah lain, karena paretonya ditentukan oleh kebutuhan masyarakat dan tingkat pertumbuhan masyarakat di masing-masing daerah. Prof. Marsudi memaparkan bahwa selama ini masalah masing-masing daerah yang berbeda satu sama lain menjadi tantangan dalam pengimplementasian Smart City dan bagaimana keberhasilan Smart City dapat dibuktikan dari bagaimana kualitas hidup masyarakat yang hidup di wilayah tersebut.

Terlebih saat ini, dimana terdapat 4 pergesaran yang akan terjadi dalam kehidupan kita selama Pandemi Covid-19 ini. Pergeseran pertama adalah pergeseran lifestyle #dirumahaja; kedua, kita akan kembali ke piramida dasar kehidupan manusia yaitu makanan, kesehatan, dan keamanan jiwa raga; ketiga, pergeseran menuju virtual, dimana teknologi informasi memiliki peran penting; dan keempat manusia yang penuh dengan empati dan solidaritas. 

Pandemi dan pergeseran ini tentu saja akan mengubah pendekatan konsep dan implementasi Smart City, yang sejalan dengan hukum alam yang mengatakan bahwa ketika menghadapi problem, hanya sistem yang cerdas yang dapat mengatasinya.

Selain itu, mewakili suara Pemerintah Daerah sebagai salah satu stakeholder Smart City, Setiaji dan Ir. Ajay M. Priatna MM turut memberikan paparan singkatnya mengenai upaya-upaya yang telah Pemda lakukan dalam menghadapi Pandemi Covid-19 dan New Normal ini. 

Mereka memberikan gambaran bagaimana Pemprov Jawa Barat sebagai Pemerintah Tingkat I melakukan berbagai macam inovasi berbasis teknologi, dan Kota Cimahi sebagai Pemerintah Tingkat II yang terus berusaha memberikan pelayanan masksimal kepada warganya dengan menghadirkan Smart City.Paparan dari SM SCD, Wahyudi menyampaikan bahwa, transformasi digital dalam masa pandemi ini bukan lagi pilihan.

IT menjadi salah satu jawaban dalam penanganan Pandemi Covid-19. Hal ini didukung oleh pernyataan BAPPENAS yang menyatakan bahwa salah satu pendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia adalah transformasi digital. Bicara tentang transformasi digital berarti meliputi, infrastruktur, aplikasi baik layanan umum maupun khusus, atau layanan pemerintahan, dsb.Telkom Group melalui Smart City Nusantara siap mendukung pengembangan Smart City baik itu sisi infrastruktur maupun solusi digital.

Recent Posts

Menag Harap Halal Bihalal Idulfitri Jadi Momen Syukuri Kedamaian Indonesia

MONITOR, Jakarta - Halal bihalal menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia pada momen Idulfitri. Menag…

57 detik yang lalu

Peringati Hari Nelayan, Prof Rokhmin harapkan Negara Beri Dukungan Lebih Kuat

MONITOR - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yang juga guru besar Fakultas Perikanan dan…

2 jam yang lalu

Jasa Marga Catat 1,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada H1 s.d H+4 Libur Idulfitri 1446H

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat sebanyak 1.194.225 kendaraan kembali ke wilayah…

5 jam yang lalu

Jangan Tertipu! Semua Biaya PPG PAI Kemenag Ditanggung Pemerintah

MONITOR, Jakarta - Kemenag menegaskan bahwa semua biaya untuk Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama…

7 jam yang lalu

Sambut Arus Balik Lebaran 2025, Pertamina Patra Niaga Jaga Kelancaran Distribusi Energi di Maluku

MONITOR, Jakarta - Sambut puncak arus balik lebaran, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pemantauan dan…

8 jam yang lalu

Jasa Marga Dukung Penuh Rekayasa Lalu Lintas One Way Nasional Arus Balik dari Arah Timur Via Jalan Tol Trans Jawa

MONITOR, Semarang - Atas diskresi kepolisian, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mendukung penuh pemberlakuan rekayasa…

9 jam yang lalu