PERTANIAN

Tim Ahli Wapres Dukung Food Estate Pertanian di Kalteng

MONITOR, Jakarta – Tim Ahli Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, Nurdin Tampubolon mendukung program food estate atau lumbung pangan baru pemerintah pusat. Dukungan ini disampaikan Nurdin saat menggelar silaturahmi dengan Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo di kantor Kementan RI, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juni 2020.

“Setelah saya berbicara dengan Pak Menteri, beliau sangat bersemangat bagaimana membangun lumbung pangan di Indonesia. Dan ini Pak Menteri sangat eager untuk bisa menyukseskan dan menjalankan ini,” ujar Nurdin.

Menurut Nurdin, program tersebut harus didukung oleh semua pihak karena memiliki masa depan pertanian yang jauh lebih baik. Dukungan ini misalnya didorong korporasi dan masyarakat sekitar Kalimantan Tengah, atau pihak terkait lainnya.

“Kami rasa program ini pantas dan patut didukung oleh semua pihak, termasuk para korporasi dan juga masyarakat di sekitar Kalimantan Tengah agar bisa berpartisipasi membangun lumbung pangan Indonesia, terlebih kita bisa jadi negara terbesar produsen daripada padi atau beras dan lain sebagainya,” katanya.

Adapun untuk menyukseskan rencana ini, Nurdin berharap ada sinergi pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan. Sehingga tujuan utama dari rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini nantinya bisa tercapai maksimal.

“Semoga Pak Menteri dan semua jajarannya, dan sinergitas antara Kementerian Pertanian dengan institusi-institusi lainnya bisa berjalan. Termasuk akademisi, korporasi dan institusi yang bisa mendukung peningkatan produksi pangan Indonesia di mata asing yang berdaya saing internasional,” katanya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan itu Nurdin memuji kinerja Menteri Syahrul dalam menjaga ketahanan pangan selama Bukan Puasa, Lebaran dan Penyebaran wabah pandemi covid-19. Menurut dia selama wabah corona berlangsung, masyarakat tak kekurangan bahan pangan.

“Saya lihat apa yang sudah dilakukan Kementan ini sudah sangat baik dan strategis dalam memenuhi pangan untuk Indonesia, walaupun dalam kondisi covid-19 itu. Tidak ada kekurangan daripada pangan,” tutupnya.

Sebelumnya, pemerintah sudah menetapkan Kalimantan Tengah sebagai wilayah penerapan lmbung pangan food estate. Penerapan ini digarap di lahan eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG). Rencananya area ini akan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa. Program itu menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024.

Pengerjaannya berlangsung mulai tahun 2020 hingga 2022. Targetnya, pada 2022 mendatang lahan seluas 165.000 hektar itu sudah optimal produksinya. Selain Kementerian Pertanian, program food estate juga akan digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian BUMN.

Recent Posts

Pertamina Pastikan Besok 1 April 2026 Tidak ada Kenaikan Harga BBM

MONITOR, Jakarta – Pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU…

7 jam yang lalu

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Didesak Tunda Pengiriman Pasukan ke Gaza

MONITOR, Jakarta – Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan memicu keprihatinan nasional.…

7 jam yang lalu

Menteri PU Apresiasi Peran Jasa Marga Layani Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo menyampaikan apresiasi terhadap peran PT…

9 jam yang lalu

Indonesia Diminta Bersiap Hadapi Krisis Energi Imbas Perang Israel-AS VS Iran

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri…

13 jam yang lalu

DPR Minta Pemerintah Desak PBB Lakukan Investigasi atas Tewasnya Prajurit TNI di Lebanon

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan dukungan penuh terhadap langkah…

16 jam yang lalu

Komdigi Panggil Paksa Meta dan Google, Berikan Teguran Keras Terkait PP TUNAS

MONITOR, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, memberikan pernyataan tegas terkait implementasi…

17 jam yang lalu