REVIEW

New Normal, PSBB Transisi & Jeritan Ekonomi | #MonitorReview

Kita Belum Menang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya (kembali) mengumumkan perpanjangan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sebuah keputusan perpanjangan, namun dilengkapi dengan embel-embel transisi di belakangnya

Pemberlakuan PSBB pada masa transisi seolah menjadi penanda

bahwa kita sebenarnya belum memenangi apapun dalam sebuah pertarungan panjang menghadapi Pandemi Covid-19

kemudian berlanjut dengan pemberlakuan PSBB, wacana berdamai dengan Corono, dan—kini—persiapan “new normal”

ada beragam drama di sana

Ibarat sebuah ronde dalam pertarungan, pemerintah seolah dikejutkan oleh pukulan telak dari musuh bernama Covid-19

dengan segala dampak yang diakibatkan olehnya – kesehatan, sosial, ekonomi, bahkan politik

Semua serba mengejutkan—dan pastinya melelahkan

Reaksi pemerintah kerap gamang, meski kita tidak harus menutup mata atas upaya sejumlah pihak untuk berjuang sekuat tenaga melawan virus ini

Yang paling nampak daya juangnya adalah mereka yang berada di sektor kesehatan

Kita tahu, kesehatan adalah sektor yang terdampak langsung dan paling sentral

Tapi mereka yang bergerak di sektor ini memperlihatkan semangat juang luar biasa. Tenaga medis dan pasien terus memupuk optimisme di kala sektor lain justru lebih sering berkeluh-kesah

Para pelaku usaha seolah menjadi pihak yang kencang menangis, meratap, dan menuntut penanganan serius, mengalahkan suara-suara para pejuang kesehatan yang di tengah upayanya untuk menjaga optimisme

terdengar juga nada “kepasrahan” dan “ke-serba-terserah-an”

Karena keluh kesah ekonomi mendominasi, akhirnya muncul kesan, segala kebijakan pemerintah keluar dengan “ekonomi” sebagai pertimbangan utama

Ekonomi akhirnya menjadi “panglima” menghadapi pandemi

Barangkali paradigma “ekonomi sebagai panglima” inilah yang menjadi sebab pemerintah seolah sedang bergegas menuju “new normal”, sebuah orde kehidupan yang—katanya—baru

Semoga dibalik optimisme pemerintah menyongsong new normal, catatan bahwa setidaknya sekitar 1.721 nyawa anak bangsa telah melayang karena virus ini tidak segera dilupakan

Belum lagi potensi serangan Covid-19 gelombang kedua yang masih mengintai

Masih ada kemungkinan pukulan kedua yang harus dengan sigap mampu kita tangkis, atau kita hindari secara tangkas

Recent Posts

Inovasi Sapi Merah Putih Sejalan dengan P2SDN

MONITOR, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui pengembangan Sapi Merah…

2 jam yang lalu

Arah Demonstrasi Bergeser, Analis Peringatkan Polisi untuk Jaga Soliditas

MONITOR, Jakarta - Analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro memperingatkan Polisi untuk menjaga soliditas…

3 jam yang lalu

Kemenag Imbau Civitas Akademika PTK dan Ma’had Aly Manfaatkan Dana Riset LPDP

MONITOR, Tulungagung - Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama Dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Setjen…

3 jam yang lalu

Kemenag Pacu Madrasah Jadi Pusat Inovasi Internasional Lewat MABIMS 2025

MONITOR, Tangerang Selatan – Kementerian Agama terus menguatkan peran madrasah sebagai motor pendidikan Islam di…

5 jam yang lalu

Bakamla Siapkan Coast Guard Academy di Bitung

MONITOR, Bitung - Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., melanjutkan agenda kunjungan…

7 jam yang lalu

Puan Berduka Meninggalnya Affan, Minta Insiden Diusut Tuntas

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa terhadap korban insiden driver ojek…

12 jam yang lalu