Hadapi New Normal, PT MRT Klaim Sudah Siapkan Strategi Jitu

Stasiun MRT di Jakarta (dok: suara.com)

MONITOR, Jakarta – Memasuki pemberlakuan masa new normal, semua sektor harus benar-benar disiapkan, salah satunya sektor transportasi. PT MRT sebagai salah satu perusahaan transportasi pun mengklaim sudah mempersiapkan strategi jitu dalam menghadapi new normal di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), William Sabandar, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan salah satu strategi agar tidak terjadi penumpukan penumpang di layanan transportasi publik modern tersebut.

“Kami akan mendorong waktu kerja yang fleksibel sehingga penumpukan penumpang tidak terjadi di jam sibuk biasanya yaitu pukul 7-9 atau 17.00-19.00,” kata William, Sabtu (30/5).

William menjelaskan, memasuki fase pemulihan kenormalan baru, PT MRT Jakarta menyiapkan dan mengenalkan kampanye #JAKARTABANGKIT, yang mendorong pada penerapan budaya bersih, aman, nyaman, green, kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang baik.

Protokol-protokol itu akan kita terapkan. Bersih maksudnya soal hygiene. Di transportasi publik misalnya kereta yang dibersihkan tiga kali sehari lalu menyiapkan pembersih tangan tangan di setiap stasiun,” ujarnya.

Selain itu, kata William, disetiap stasiun disiapkan juga tes temperature tubuh serta edukasi tanpa henti di stasiun dan kereta.

“Pemtasan sosial (social distancing) tetap diberlakukan.Setiap kereta maksimal diisi oleh 60 orang dan kita akan siapkan marka (penanda) di stasiun dan di dalam kereta bagaimana melakukan antrean,” ujar William.

William juga menambahkan bahwa faktor ramah lingkungan adalah aspek kampanye berikutnya. Menurutnya, walaupun sekarang orang menghindari transportasi publik, tetapi tetap mendorong masyarakat untuk kembali ke transportasi publik agar mengurangi jejak karbon atau carbon foot print.