PARLEMEN

Belum Perhatikan Nasib Mahasiswa Perantau, Legislator Papua Ingatkan Gubernur DKI

MONITOR, Jakarta – Anggota DPR RI dari Dapil Papua, Yan P. Mandenas menduga belum adanya bantuan dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait diberlakukannya aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kepada para perantau, terutama mahasiswa.
“Sampai hari ini belum ada perhatian dari Pemerintah DKI Jakarta untuk membantu mahasiswa dari daerah yang kuliah di Jakarta,” kata Yan Mandenas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (15/5).

Kondisi itu, sambung dia, membuat DPR RI dan pemerintah provinsi Papua berinisiaif membantu para mahasiswa asal Papua yang kuliah di Jakarta.

“Agar adik-adik mahasiswa tetap bertahan di asrama, tetap bisa berkuliah secara online,” ucap dia.
Dalam kesempatannya itu, politikus Gerindra ini mengingatkan, agar dalam penanganan pandemi Covid-19, pemerintah daerah tidak boleh hanya fokus menangani warga ber-KTP setempat saja. Karena, imbuhnya, semua warga yang sedang berada di suatu daerah juga harus dibantu pemerintah setempat.

“Kita lihat di Papua, masyarakat dari berbagai daerah ditangani oleh Pemerintah Papua dan kabupaten/kota. Sampai hari ini, di Papua tidak ada keluhan karena makan minum masih bisa ditangani oleh pemerintah, bantuan swasta, dan sumbangan dari anggota berbagai pihak lainnya yang masih terus mengalir baik itu masyarakat Papua maupun pendatang. Didistribusikan merata,”paparnya.
Bahkan, Yan Mandenas sempat membandingkan kebijakan Anies Baswedan, dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang peduli terhadap mahasiswa dari daerah lain.
“Kita berharap Jakarta dan pemerintah daerah lain juga melakukan hal yang sama di wilayah masing-masing seperti yang dilakukan Pak Ganjar Pranowo di Jawa Tengah. Pak Ganjar memperhatikan adik-adik di sana sehingga sampai hari ini tidak ada keluhan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo baru-baru ini kerap mengunjungi asrama mahasiswa luar Jawa yang ada di Kota Semarang untuk memastikan kondisi kesehatan dan membantu tersedinya kebutuhan pokok sembako para mahasiswa dari berbagai daerah yang tetap tinggal di beberapa asrama di Kota Semarang saat pandemi virus corona (Covid-19).
Sejumlah asrama yang telah dikunjungi adalah Papua, Aceh, Palembang, Lampung (Kamapal), Maluku, Kalimantan Barat (Rohadi Osman), Makassar, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Parsadaan Mahasiswa Batak.

Recent Posts

Perkuat Sinergi, LPPM UID dan UIN Jakarta Jajaki Kolaborasi Riset Strategis

MONITOR, Tangerang Selatan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Depok (UID)…

36 menit yang lalu

Inabuyer 2026 Dorong UMKM Naik Kelas lewat Akses Pasar dan Penguatan Pembiayaan

MONITOR, Jakarta - Ajang Inabuyer 2026 yang digelar di Gedung SMESCO Jakarta pada 5–7 Mei…

41 menit yang lalu

Empat Dokter Internship Meninggal Diduga Karena Beban Kerja, Komisi IX DPR Dorong Pembentukan Tim Investigasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan duka mendalam atas…

1 jam yang lalu

Penataan Ruang Laut jadi Fondasi Kesejahteraan Nelayan Berkelanjutan

MONITOR, Cirebon - Penataan ruang laut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun sistem perikanan tangkap…

1 jam yang lalu

Menperin dan Menkeu Akselerasi Pertumbuhan Manufaktur

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat sinergi kebijakan lintas sektor guna mendorong kinerja industri…

2 jam yang lalu

Indonesia Perkuat Kerja Sama Industri dengan Rusia

MONITOR, Jakarta - Sebagai tindak lanjut dari kegiatan business matching yang telah dilaksanakan di Moskow pada 8 Desember…

6 jam yang lalu