Presiden Joko Widodo (Foto: Istimewa)
MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo memperkirakan pada bulan Mei dan Juni ini, kurang lebih 34.000 pekerja migran Indonesia yang kontraknya berakhir akan pulang ke Indonesia.
Para pekerja tersebut diantaranya berasal dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Utara, Lampung, hingga Bali.
Terkait hal ini, Jokowi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah akses masuk bagi mereka baik melalui jalur laut dan udara.
“Pemerintah menyiapkan pintu masuk bagi mereka melalui sejumlah jalur. Melalui jalur udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai, jalur laut melalui Pelabuhan Benoa dan Tanjung Priok, serta melalui Batam dan Tanjung Balai bagi pekerja migran dari Malaysia,” terang Jokowi dalam keterangan persnya, Senin (11/5).
Jokowi menegaskan, skema kepulangan mereka nantinya akan diperketat dengan melalui protokol kesehatan serta fasilitas karantina.
“Skema kepulangan mereka harus melalui protokol kesehatan yang ketat dan diikuti dengan kesiapan fasilitas karantina yang diperuntukkan bagi para pekerja migran Indonesia tersebut,” tukas Jokowi.
MONITOR, Jakarta - Guru Raudhatul Athfal (RA) yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA)…
MONITOR, Jakarta - Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, menegaskan pentingnya integritas dan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan apresiasi dari Komisi VII…
MONITOR, Kairo - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan…
MONITOR, Jakarta - Menjalankan ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan puncak…
MONITOR, Jakarta - Inspektorat Jenderal Kementerian Agama terus memperkuat pengawasan pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA)…