Presiden RI Joko Widodo (dok: Instagram)
MONITOR, Jakarta – Kasus perbudakan sebanyak 18 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal China telah melampaui baatas kemanusiaan. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wjaya.
Dimana, para kru asal Indonesia itu disiksa selama bekerja di kapal China tersebut, seperti bekerja selama 16 jam dibawah tekanan dengan upah sekitar Rp100ribu/ bulan, dipaksa minum air laut yang difiltrasi, sementara awal kapal China minum air mineral perbekalan mereka.
Selain itu, mirisnya lagi mereka tidak mendapatkan jaminan kesehatan selama sakit dan ketika meninggal dunia, mayat mereka dibuang ke laut.
Yunarto melihat kasus yang sudah melampaui masalah kemanusiaan ini harus diusut tuntas oleh pemerintah Indonesia. Ia pun meminta Presiden Joko Widodo untuk andil dalam kasus ABK tersebut.
“Kasus ABK di kapal china harus diusut tuntas pak Jokowi, ini dah melampaui masalah kemanusiaan,” ujar Yunarto dalam keterangannya di laman Twitter, Jumat (8/5).
Menurut pria yang akrab disapa Mas Toto ini, pemerintah Indonesia harus memberikan jaminan perlindungan bagi seluruh warga negaranya, termasuk ABK yang kini menjadi korban perdagangan orang di kapal China.
“Indonesia harus pastikan setiap Warga Negaranya mendapatkan perlindungan dari negara,” tegas Yunarto.
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming, serta para menteri Kabinet…
MONITOR, Serpong - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar M.A. Ph.D. memaparkan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus…
MONITOR, Bandung - Suasana haru dan penuh semangat Ramadan terasa di Masjid Ibnu Umi Maktum,…
MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)…
MONITOR, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin jalannya Sidang Debottlenecking yang ke-5…