Categories: BERITAEKONOMI

ITB Ahmad Dahlan Khawatir Era Super Riba Muncul Pasca Digitalisasi Currency

MONITOR, Jakarta – Program Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) menyelenggarakan Webinar Series bertajuk Islamic Political Economy. Pada edisi perdananya, Kamis (7/5), mengangkat tema yakni Visi Ekonomi Syariah Menuju Era Super Riba Pasca Digitalisasi Currency.

Hadir sebagai pembicara Dr. Eng. Saiful Anwar, SE, Ak, M.Si, CA. selaku Direktur Program Pascasarjana ITB-AD dan Dosen Program Pascasarjana S2-Keuangan Syariah ITB-AD. Sementara yang bertindak sebagai moderator adalah Suparman Kadamin yang merupakan Mahasiswa Program Pascasarjana ITB Ahmad Dahlan dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IM) DKI Jakarta.

Menurut Saiful Anwar, visi ekonomi syariah di era super riba, salah satunya harus berfokus merubah perilaku ekonomi Umat. Dari konsumsi menjadi investasi dan produksi.

“Menahan diri untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak perlu atau memprioritaskan kebutuhan bukan keinginan semata, harus menjadi fokus ekonomi syariah guna merubah ekonomi tamak menjadi ekonomi keadilan,” ujarnya.

Berikutnya, Anggota Audit di BRI Syariah ini menjelaskan visi kedua yaitu menguatkan charity atau memperkuat semangat sedekah. Lebih lanjut, visi ketiga, Saiful Anwar mengatakan yaitu menguatkan Islamic Social Finance dengan memperkuat Lembaga Wakaf.

Pada kesempatan tersebut, Saiful Anwar mengungkapkan alasannya, mengapa ia menyebut hal ini sebagai era super riba. Menurutnya, dengan semakin meningkatnya trend uang digital, masyarakat menjadi sulit untuk bertahan untuk tidak konsumtif karena makin tidak jelasnya jarak antara pasar dengan penyelenggara transaksi keuangan yang biasanya akan menjadi peluang masuknya tawaran kredit ribawi.

“Saya menyebut ini sebagai era super ribawi, karena pada era ini semua orang tidak bisa lepas dari yang namanya riba. Jika nanti digital currency diberlakukan, tawaran ribawi akan masuk ke waktu dan ranah paling privat setiap muslim,” ungkap Saiful Anwar dengan penuh keprihatinan.

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

24 jam yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

1 hari yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

3 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

3 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

3 hari yang lalu