ABK Indonesia Disiksa di Kapal Tiongkok, Fadli Zon: Kita Bukan Budak China!

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon

MONITOR, Jakarta – Publik Tanah Air belum lama ini digegerkan adanya sebuah video yang viral di kanal Youtube, Korea Reomit. Unggahan tersebut memuat ulang berita dari MBC tentang perlakuan tidak manusiawi yang dialami sejumlah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal nelayan berbendera China.

Para kru asal Indonesia itu disiksa selama bekerja di kapal China itu, seperti bekerja selama 16 jam dibawah tekanan dengan upah sekitar Rp100ribu/ bulan, dipaksa minum air laut yang difiltrasi, sementara awal kapal China minum air mineral perbekalan mereka. Selain itu, mereka tidak mendapatkan jaminan kesehatan selama sakit dan ketika meninggal dunia, mayat mereka dibuang ke laut.

Terkait temuan ini, Ketua BKSAP DPR Fadli Zon mendesak agar pemerintah ikut mengusut dan menginvestigasi kasus tersebut. Menurutnya, apabila benar kabar tersebut maka pemerintah harus menuntut pihak China.

“Ini harus diusut dan diinvestigasi. Kalau benar berita MBC maka negara harus menuntut pihak China,” ujar Fadli Zon geram, Kamis (7/5).

Fadli Zon yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Gerindra ini menyatakan, apa yang sudah diperbuat pemilik kapal China terhadap kru asal Indonesia itu melanggar HAM dan merupakan bentuk penghinaan.

“Selain praktik perbudakan, apa yang dilakukan terhadap ABK Indonesia jelas pelanggaran HAM dan penghinaan terhadap rakyat Indonesia. Kita bukan budak China!” tegasnya.