PARLEMEN

Rencana Pemerintah Relaksasi PSBB, Politikus PKS: Sejak Awal Salah Terapkan Aturan

MONITOR, Jakarta – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Syahrul Aidi Ma’azat mengingatkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk cermat dalam membuat aturan atau kebijakan.
Terlebih, di tengah situasi pandemi Covid19 yang sedang dialami bukan hanya Indonesia, melainkan dunia.

“Ingat aturan yang salah kaprah akan berimbas pada nyawa dan ekonomi masyarakat,” tegas Syahrul melalui pesan singkatnya kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (3/5).

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan tengah memikirkan upaya relaksasi terhadap kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Alasannya, untuk mencegah masyarakat stres dan berdampak pada imunitas.

Syahrul menilai, hal itu kian memperkuat bahwa pemerintah sedang dalam fase kebingungan akut. Padahal, kalau ditelisik kebelakang, situasi seperti ini lantaran sejak awal pemerintah sudah salah langkah dalam penanganan Covid-19. Terlebih, dalam memilih PSBB sebagai opsi.

“Dari awal opsi PSBB yang di ambil merupakan opsi kontroversial karena dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan secara filosofis mengutamakan keselamatan umat manusia sesuai tertuang dalam International Health Regulations (IHR) Tahun 2005,” papar legislator Dapil Riau II itu.

“Namun sekarang akhirnya pemerintah menelan ludahnya sendiri dan (berencana) melonggarkan aturan PSBB yang sebenarnya juga tidak menyelesaikan masalah,” ketusnya.

Di sisi lain, Syahrul menduga, adanya wacana relaksasi tidak terlepas adanya kekhawatiran segelintir pebisnis yang resah usahanya bangkrut akibat pemberlakuan PSBB tersebut.

“Kita mempunyai kekhawatiran ada segelintir pebisnis tertentu yang resah dengan jatuhnya bidang usahanya dan mengakibatkan mereka di jurang kebangkrutan, sehingga mendesak pemerintah untuk melonggarkan PSBB,” tandas anggota komisi V DPR itu.

Recent Posts

Kawendra Dorong HKTI Kawal Aspirasi Petani, Bantuan Ayam Petelur dan 20 Etalase Disalurkan di Lumajang

MONITOR, Lumajang - Anggota DPR RI Kawendra Lukistian mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten…

11 jam yang lalu

HKTI Lumajang Dorong Hilirisasi Pertanian, PAC di 21 Kecamatan Diminta Dampingi Petani

MONITOR, Lumajang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian…

1 hari yang lalu

MUI Desak Penegakan Hukum Tegas terhadap Pelaku Karhutla, Serukan Salat Istisqa dan Qunut Nazilah

MONITOR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku…

1 hari yang lalu

Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian dan daya saing Usaha…

1 hari yang lalu

HUT ke-11 KCIC, Wamenaker Harap Alih Pengetahuan Whoosh ke SDM Lokal

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11…

1 hari yang lalu

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan…

1 hari yang lalu