BERITA

Sandiaga Uno: 67 Persen Ekonomi Keluarga Indonesia Terdampak Covid19, Ini Solusinya

MONITOR, Jakarta – Kondisi ekonomi keluarga Indonesia saat ini di tengah pandemi Covid-19, terus menurun. 
Bahkan, diperkirakan kondisi ini akan terjadi dalam waktu yang cukup panjang.

Demikian disampaikan Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19, Sandiaga Salahuddin Uno, di Jakarta, dimuat Jumat (1/5).

“Survei yang saya dan tim lakukan menunjukkan sebesar 67 persen masyarakat merasa perekonomian dalam keluarga semakin hari semakin memburuk,” kata dia dalam sesi seminar daring pada akun Youtube channel Dompet Dhuafa bertajuk Peran Keuangan Mikro Syariah dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat, Senin (27/4) kemarin.

Tidak hanya itu, Sandiaga memaparkan, kondisi pandemi juga telah mengakibatkan sebesar 1,2 juta pekerja di Indonesia terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bahkan, sebesar 25 persen masyarakat Indonesia sudah tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan pokok tanpa pinjaman.

“Kondisi masyarakat saat ini sudah manjam (makan pinjaman), kalau tidak ada yang memberikan pinjaman, mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok,” papar mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu.

Sandiaga juga mengatakan di tengah pandemi ini, ekonomi yang terbaik adalah ekonomi yang berkeadilan, ekonomi yang mampu memberikan keleluasaan serta kelonggaran kepada para usahawannya atau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain itu, imbuhnya, social investor harus dilibatkan, di mana yang memiliki kelebihan harus mampu menolong yang berkekurangan, yang berkecukupan juga harus mampu membantu yang berkekurangan.

“Prinsip ekonomi syariah ini harus diperjuangkan, lembaga keuangan mikro Syariah bisa jadi fasilitatornya. Ayo pada masa pandemi Covid-19 jadikan lembaga keuangan mikro Syariah punya tempat,” ungkapnya.

Sandiaga juga mengatakan, banyak lembaga keuangan yang saat ini berubah menjadi lembaga sosial.

Hal itu dikarenakan, lembaga tersebut memiliki banyak orang yang memiliki banyak dana sehingga dapat mengajak masyarakat yang mempunyai dana untuk membantu sektor lain seperti mengadakan berbagai macam donasi dan investasi.

Oleh karena itu, ia berharap, pandemi ini dapat mengubah portfolio serta prinsip ekonomi yang saat ini menurutnya lebih cenderung ke arah ekonomi berbasis kapitalis.

“Melalui pandemi ini, bisa jadi pengingat kita, mungkin ekonomi kita yang saat ini terlalu kapitalis yang pertumbuhannya dari dulu terus naik dan naik, namun diakibatkan pandemi pertumbuhannya malah tidak berkelanjutan,” paparnya.

“Mari kita gunakan keadaan ini sebagai pengingat kita dan kita yakin bahwa keadaan ini semoga cepat berlalu,” pungkas Sandiaga.

Recent Posts

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

10 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

10 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

10 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

11 jam yang lalu

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

13 jam yang lalu

Bibit Kelapa Unggul Natuna Kian Diminati, Karantina Kepri Kawal Pengiriman 80.000 Butir ke Bintan

MONITOR, Natuna - Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku…

13 jam yang lalu