PERTANIAN

Kementan Terus Pantau Ketersediaan dan Distribusi Pangan di Daerah

MONITOR, Jakarta – Dalam rapat terbatas (ratas) tindak lanjut antisipasi kebutuhan bahan pokok, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan jajarannya untuk memantau ketersediaan dan distribusi pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Jokowi juga menyampaikan, dari stok bahan pangan pokok di seluruh Indonesia, terjadi defisit beberapa komoditas pangan di provinsi, antara lain beras defisit di 7 provinsi, jagung defisit di 13 provinsi, cabai rawit defisit di 19 provinsi, dan telur ayam defisit di 22 provinsi.

Karena itu, Jokowi meminta hitungan cepat untuk mengetahui secara detail daerah mana saja yang stok bahan pokoknya surplus dan defisit.

Selaras dengan arahan Presiden, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan mengungkapkan, terus menjaga ketersediaan pangan khususnya 11 komoditas bahan pangan pokok.

Mentan SYL juga mengatakan bahwa pihaknya terus mengintensifkan berbagai upaya dengan sejumlah kementerian, lembaga dan unsur terkait agar ketersediaan dan distribusi pangan tetap terjaga.

“Yang terpenting adalah distribusi kita berjalan dengan lancar. Identifikasi wilayahnya, kita punya pemetaannya. Ini perintah Bapak Presiden, supaya kita semua kementerian bekerja sama menutup defisit. Artinya, tidak ada lockdown, tidak ada isolasi, tidak melakukan penguncian dan tidak membuat rintangan terhadap distribusi pangan,” kata Mentan SYL di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Berdasarkan perkiraan ketersediaan pangan nasional yang dirilis Kementan menunjukkan, surplus beras hingga Juni 2020 diperkirakan 6,4 juta ton, jagung surplus 1,01 juta ton, bawang merah surplus 330.384 ton.

Delapan komoditas lainnya, yakni bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, daging sapi, daging kerbau, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng, juga diperkirakan surplus.

Perkiraan ketersediaan tersebut didasarkan pada produksi dan kebutuhan konsumsi bulanan, serta memperhitungkan stok yang ada.

Untuk komoditas beras, stok beras akhir Maret 2020 sebanyak 3,45 juta ton, yang ada di Bulog 1,4 jt ton, di penggilingan 1,2 jt ton, di pedagang 754 ribu ton, dan di Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) 2.939 ton. Ini belum termasuk stok di masyarakat lainnya seperti di rumah tangga dan horeka.

Produksi April – Juni 2020 sekitar 10,5 juta ton, dengan prediksi penurunan 4% dari perkiraan produksi yang sudah dirilis BPS. Jika dikurangi dengan kebutuhan April-Juni sekitar 7,6 juta ton, dan ditambah dengan stok di akhir maret, maka di akhir Juni ada surplus 6,4 jt ton.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi mengatakan, 7 provinsi yang mengalami defisit sebagaimana disampaikan Presiden akan dapat ditutupi oleh 27 provinsi lain yang mengalami surplus.

“Stok awal April sebesar 3,45 juta ton cukup untuk memenuhi kebutuhan wilayah yang defisit,” ujar Agung.

Ditambahkan Agung, pihaknya juga terus melakukan pemantauan kondisi ketersediaan pangan di provinsi, untuk mengetahui komoditas pangan apa saja yang mengalami defisit maupun kenaikan harga, dan merumuskan langkah intervensinya.

“Daerah surplus dan defisit memang selalu ada. Karena surplus itu memang wilayah sentra produksi, sementara yang defisit mungkin ada produksi, tapi tidak mencukupi kebutuhan konsumsinya. Yang penting adalah pemerintah menjamin transportasi dan distribusinya, sehingga ketersediaan pangan di tiap provinsi memadai,” ujar Agung ketika dihubungi seusai melakukan video conference pemantauan ketersediaan dan distribusi pangan bersama kepala dinas pangan provinsi se-Indonesia, Kamis (30/4/2020).

Karena itu, menurut Agung, pihaknya terus mengupayakan stabilisasi pasokan pangan agar merata di seluruh daerah, salah satunya dengan membantu biaya distribusinya.

Ia mencontohkan, minggu lalu (23/4) pihaknya telah memfasilitasi pengangkutan cabai merah keriting dari Jawa Tengah ke Sumatera Barat dan Jambi.

“Cabai merah dan cabai rawit saat ini sedang panen di Jateng dan Jatim, minggu lalu kita sudah fasilitasi pengiriman ke Sumbar dan Jambi. Berdasarkan pemetaan ketersediaan pangan, di Sulut, Maluku, Maluku Utara, dan Papua mengalami kekurangan. Kita juga akan bantu pengangkutannya,” ujarnya.

Adanya upaya Kementan dalam membantu pendistribusian, bertujuan agar hasil panen petani dapat terserap di tengah pandemi, sehingga petani tetap bersemangat menanam dan berproduksi.

Selain itu, Agung menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 yang bersamaan dengan momentum puasa dan lebaran, pihaknya juga terus menggencarkan operasi pasar murah dan mendorong pasar mitra tani yang ada di setiap provinsi, untuk mengoptimalkan layanan pesan antar secara online.

Melalui upaya-upaya yang dilakukan, Agung berharap ketersediaan pangan tetap terjamin, dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Recent Posts

Kekeringan Meluas, Puan Ingatkan Pemerintah Siaga Air Bersih dan Antisipasi Dampak di Sektor Pangan-Kesehatan Warga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi…

4 jam yang lalu

Sambut 1448 H, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya

MONITOR, Jakarta - Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar…

5 jam yang lalu

Kemenperin Percepat Industri 4.0, Dua Perusahaan Dapat Pendampingan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah…

13 jam yang lalu

Harga Obat Terancam Naik Buntut Pelemahan Rupiah, DPR Dorong Kemandirian Farmasi Nasional

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai…

14 jam yang lalu

Kemnaker: JKP Instrumen Penting Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong para pekerja untuk memahami dan memanfaatkan Program Jaminan…

15 jam yang lalu

85.290 Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ajak Jaga Semangat Kepedulian Pasca-Haji

MONITOR, Makkah – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-55. Hingga hari…

17 jam yang lalu