Pengawas Benih Babel Kawal Sertifikasi Benih Jagung Bermutu di Tengah Pandemi Corona

MONITOR, Pangkalpinang – Mengantisipasi keterbatasan benih jagung selama masa pandemik Corona Virus 19 di wilayah Bangka Belitung, Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Balai Benih Pertanian melakukan perbanyakan benih jagung seluas dua hektar di areal penangkaran benih setempat.

Perbanyakan benih jagung yang dilakukan merupakan program bantuan Kementerian Pertanian tahun 2020 untuk mendukung ketersediaan benih dalam negeri sesuai target Mentan Syahrul Yasin Limpo.

“Penangkaran benih jagung di areal dua hektar ini ditanam varietas Srikandi Kuning dengan dua kelas benih, yaitu kelas benih dasar dan benih pokok,” ujar Judnaidy, Kepala Balai Benih Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Judnaidy menambahkan bahwa benih yang diperbanyak ini berasal dari Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros Sulawesi Selatan yang terlebih dahulu dilaporkan dan diperiksa dokumennya oleh Pengawas Benih Tanaman UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih (PSMB) Provinsi.

Proses pelaporan dilakukan agar benih yang akan diperbanyak sesuai dengan standar mutu dan bebas penyakit yang terbawa benih, sehingga dapat diperoleh benih-benih yang berkualitas baik dan memenuhi standar.

Judnaidy berharap benih dari kegiatan penangkaran tahun ini dapat memenuhi standar mutu sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.

Hal ini cukup beralasan dikarenakan tahun lalu benih yang mereka hasilkan masih belum memenuhi standar setelah diuji di laboratorium UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih (PSMB) Provinsi Babel.

Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala UPTD PSMB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wahyudi Himawan optimis kegiatan perbanyakan benih jagung di Balai Benih Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat berjalan dengan baik agar kebutuhan benih bermutu untuk para petani dapat secara berkelanjutan terpenuhi.

Kedepannya Wahyudi berharap, muncul penangkar-penangkar benih baru yang dapat menghasilkan benih jagung bermutu sehingga lambat laun pemenuhan benih unggul dapat dipenuhi oleh secara lokal tanpa harus didatangkan dari luar daerah. Apalagi dengan bertumbuhnya industri peternakan seperti ayam petelur dan pedaging yang membutuhkan jagung sangat tinggi.

Tahapan sertifikasi tetap kita lakukan sesuai aturan. Mudah-mudahan kegiatan penangkaran benih jagung tersebut berhasil dan memenuhi standar mutu sehingga para petani yang menggunakan benih tersebut nanti bisa mendapatkan hasil panen yang optimal dan lambat laun tidak mendatangkan benih dari luar lagi.

Hal ini sesuai dengan program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan yang dipimpin Dirjen Suwandi untuk menggunakan benih bersertifikat hasil pembenihan lokal yang sudah adaptabel dengan wilayah dan karakteristik unik seperti negeri kita Serumpun Sebalai.