BERITA

Robikin Emhas: Pandemi Corona Jangan Jadi Alasan Gugurkan Puasa Ramadhan

MONITOR, Jakarta – Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, KH Robikin Emhas, mengajak umat Islam memanfaatkan momentum bulan Ramadhan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas penghambaan dan pengabdian. Tujuannya, kata dia, agar kesalehan individual makin membaik dan kesalehan sosial nyata dirasakan umat manusia.

“Berkesempatan bertemu bulan Ramadhan itu merupakan anugerah. Anugerah yang luar biasa karena di bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan yang tidak didapati di bulan lain selain bulan Ramadhan. Oleh karena itu, jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa makna,” seru Robikin Emhas, dalam keterangannya yang diterima MONITOR, Selasa (21/4).

Di tengah pandemi Covid-19 ini, Robikin pun mengingatkan kepada semua kalangan jangan sampai menjadikan musibah ini justru menjauhkan diri dari amalan ibadah selama bulan Ramadhan, terlebih tidak menjalankan puasa.

“Perlu diingat, pendemi corona bukan merupakan sebab dan alasan yang dibenarkan agama untuk menggugurkan kewajiban puasa Ramadhan,” tegas Robikin.

“Berbeda kalau orang sedang sakit atau bepergian jauh yang telah memenuhi syarat atau orang lanjut usia yang tak mungkin lagi sanggup menjalankan ibadah puasa, sehingga dapat mengganti puasa bulan Ramadhan dengan buasa di bulan lain atau membayar fidyah,” terangnya lagi.

Tak hanya itu, Robikin mengatakan PBNU juga menyerukan agar umat Islam memperbanyak sedekah bagi yang mampu dan tetap berkirim doa kepada ahli kubur atau para leluhur yang sudah mendahului, tanpa harus beramai-ramai pergi ke kuburan.

Untuk buka puasa dan sahur, kata Robikin, juga cukup dilakukan di rumah masing-masing. Menurutnya, tak perlu menggelar buka puasa bersama dan sahur on the road. Kalau berkecukupan rezeki, bagikan rezeki berupa uang atau sembako kepada yang membutuhkan. Bukan mengundang buka puasa bersama atau melakukan sahur on the road.

“Menahan laju dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 harus menjadi ikhtiar bersama, baik ikhtiar batin maupun lahir, sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Robikin menyerukan semua kalangan untuk mengikuti keputusan dan kebijakan pemerintah. Sebab, menurut dia, sudah banyak contoh sikap-sikap bebal dengan menentang protokol kesehatan yang justru makin memperburuk keadaan.

Recent Posts

Ekspor Ikan Natuna Tembus 1,2 Miliar Rupiah, Karantina Kepri: Semua Dalam Keadaan Sehat

MONITOR, Natuna - Sektor perikanan Natuna terus menorehkan prestasi yang membanggakan. Sebanyak 11.735 ekor ikan…

47 menit yang lalu

Dahnil Anzar Tegaskan Komitmennya untuk Perbaikan Radikal Tata Kelola Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri urusan haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan radikal…

4 jam yang lalu

Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengajak pengguna jalan tol untuk mengoptimalkan Aplikasi Travoy…

4 jam yang lalu

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Lakukan Pembayaran Dam melalui Jalur Resmi Saudi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pembayaran dam…

1 hari yang lalu

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

2 hari yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

2 hari yang lalu