Presiden RI Joko Widodo (dok: Instagram)
MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyadari pandemi virus Corona ini memberikan dampak kepada semua sektor. Orang nomor wahid di Indonesia ini mengatakan, sektor pariwisata pun mendapatkan imbas dari wabah asal Wuhan tersebut.
“Salah satu yang terdampak paling berat adalah dunia pariwisata kita. Hotel, restoran, kedai-kedai kerajinan, semua kena dampaknya,” tutur Jokowi dalam keterangannya, Jumat (17/4).
Untuk mempertahankan sektor pariwisata ditengah pandemi ini, dan mengantisipasi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK), maka Jokowi mendorong sejumlah langkah mitigasi agar dilakukan secepat-cepatnya.
Pertama, program perlindungan sosial bagi mereka. Kedua, realokasi anggaran yang ada di Kementerian Pariwisata ke kegiatan semacam program padat karya, atau yang lain, untuk para pekerja ini. Ketiga, stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Ini harus betul-betul dilakukan agar sektor pariwisata bisa bertahan dan tidak melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) secara besar-besaran,” ujar Jokowi menekankan.
“Saya yakin kelesuan sektor pariwisata akibat pandemi virus korona akan berlangsung hingga akhir tahun. Tahun depan, tentu akan terjadi booming pariwisata,” tambahnya.
MONITOR, Padang - Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat tidak hanya menyebabkan…
Yogyakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Program Pemagangan Nasional merupakan program prioritas Presiden…
MONITOR, Semarang - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mendorong kolaborasi…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengumumkan hasil pembahasan Panitia Kerja…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuka akses yang lebih luas…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) memperkuat sinergi untuk…