BERITA

Hari Kedua PSBB, Warga Depok Masih Banyak Langgar Aturan

MONITOR, Depok – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok pada hari kedua, tak banyak perubahan. Pemerintah Kota Depok kembali mengingatkan kepada warga Depok untuk konsisten menaati PSBB, guna menekan penularan virus corona yang masih terjadi dan cakupannya semakin meluas.

“Saat ini, perkembangan kasus positif, OTG, ODP dan  PDP terus bertambah, serta menyebar di seluruh wilayah di Kota Depok dan penularannya sudah melalui transmisi lokal, di samping import case,” kata Walikota Depok Mohammad Idris dalam rilis terbaru, Kamis (16/4/2020).

Menurut dia, saat ini Depok sedang berada pada masa PSBB, akan tetapi berdasarkan pengamatan masih banyak warga  yang melanggar dan masih perlu mendapatkan edukasi karena belum dapat melaksanaan PSBB secara konsisten. Sehingga, kasus positif Covid-19 di Depok masih terus bertambah.

Dari pemantauan di lapangan, sepanjang Jalan Margonda-Flyover UI lalu lintas masih ramai, bahkan cenderung padat pada pagi hingga siang. Puluhan ojol masih menarik penumpang, dan sebagian berkerumun di depan Margo City.

Di Jalan Arief Rahman Hakim, lalu lintas juga padat. Check point polisi di pertigaan Jalan Arief Rahman Hakim-Margonda, aparat gabungan malah terlihat santai duduk di bawah tenda.

Kondisi ini harus dihentikan secara bersama-sama, yang salah satunya melalui PSBB, yani dengan menjalankan ketentuan untuk belajar di rumah, ibadah di rumah, keluar rumah wajib pakai masker, motor tidak berboncengan, angkutan umum hanya kapasitas angkut 50%.

“Jaga jarak, jangan berkerumun lebih dari lima orang, dan lain-lain. Kami menyerukan untuk bersama-sama menghentikan penyebaran Covid-19 ini dan aktifkan segera Kampung Siaga Covid-19 di masing-masing RW,” imbau Idris.

Hari ini, Idris juga meninjau lokasi check point pengawasan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan memberikan sosialisasi kepada warga yang melintas di Simpang Siliwangi arah jalan Margonda Depok.

Recent Posts

Dosen UIN Jakarta: Relasi Kuasa yang Tak Sehat jadi Akar Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan

MONITOR, Brebes - Dosen Sekolah Pascasarjana sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu…

1 jam yang lalu

Pengasuh Pesantren se-Kabupaten Brebes Deklarasikan Komitmen Anti Kekerasan Seksual

MONITOR, Brebes - Ratusan pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendeklarasikan komitmen bersama mewujudkan…

2 jam yang lalu

Kebuntuan Arah Pembangunan Indonesia di Tengah Distorsi Program Populis dan Keterpurukan Moneter

Oleh:Ramadhan, M.A.(Ketua PB PMII Bidang Ekonomi dan Investasi) Pemerintahan era baru selalu datang dengan janji…

13 jam yang lalu

Benarkah Hantavirus Bisa Jadi Pandemi Baru? Ahli Epidemiologi UIN Jakarta Beri Penjelasan dan Imbauan Penting

MONITOR, Ciputat – Kemunculan informasi mengenai Hantavirus yang ramai diperbincangkan di media sosial memunculkan kekhawatiran…

13 jam yang lalu

55 Juta Peserta BPJS Tak Aktif, Komisi IX DPR Minta Tunggakan Iuran Rakyat Miskin Segera Diputihkan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti pengelolaan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan…

16 jam yang lalu

UU Polri Atur Penguatan Peran Kompolnas, Legislator: Dukung Pengawasan Eksternal Bagi Kepolisian

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah meyakini Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas…

16 jam yang lalu