Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Rieke Diah Pitaloka (dok: net)
MONITOR, Jakarta – Politikus PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka meminta pemerintah untuk memperbaiki draf Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja saat ini. Dimana, kata Rieke, draf tersebut dibuat sebelum wabah Covid-19 menjangkit di Indonesia.
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menilai, masih ada beberapa pasal yang janggal dan tidak bisa langsung disetujui, sehingga pembahasan RUU ini sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru.
“Draft ini kalau tidak salah dibuat sebelum adanya covid-19, sehingga dalam proses kita menyerap aspirasi dari publik baik kiranya kita juga memberi kesempatan kepada pemerintah manakala mau menarik drafnya atau memperbaiki draf yang ada,” ujar Rieke Diah Pitaloka, dalam keterangannya.
Rieke mengatakan, dalam pembuatan daftar inventarisasi masalah (DIM), dirinya perlu mendengar berbagai masukan dari publik serta harus melakukan check and recheck secara mendalam.
“Ini perlu di check and recheck secara lebih mendalam lagi. Saya yakin pembentukan panja ini bukan berarti otomatis DIM ada, otomatis pembahasan terjadi,” pungkasnya.
MONITOR, Ciputat - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali mencatatkan capaian akademik membanggakan melalui keberhasilan Program…
MONITOR, Bogor - Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian…
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti masih banyaknya kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi…
MONITOR, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM memberikan apresiasi kepada perempuan tangguh dari berbagai…
MONITOR, Jakarta - Asosiasi Forum Antar Agama G20 (IF20) bersama Majelis Hukama Muslimin (MHM) akan mengadakan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, meresmikan pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Syarif…